Cegah Penyebaran DBD, Bupati Beserta Forkopimda Kawal Fogging Nyamuk Aedes Aegypti 

Bangka Selatan203 Dilihat
banner 468x60

Bangka Selatan, gashnews.com – Bupati Bangka Selatan (Basel), turun langsung ke lapangan dalam kegiatan Fogging yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) di daerah Nelayan, Kelurahan Tanjung Ketapang, Kecamatan Toboali, Senin (5/1/2024).

Kegiatan tersebut turut di ikutsertakan Wakil Bupati (Wabup) Debby Vita Dewi, Fokorpimda Basel dan Kepala DKPPKB dr. Agus Irawan, yang bertujuan untuk mencegah sebaran dari nyamuk Aedes Aegypti penyebab dari Demam Berdarah Dengue (DBD) kepada warga di daerah itu.

banner 336x280

Dikatakan Bupati Basel Riza Herdavid bahwa, Fogging yang dilakukan hari ini, dikarenakan di Kecamatan Toboali, terjadi peningkatan penyakit DBD.

“Foging ini sebagai langkah awal mencegah sebaran terhadap DBD yang di akibatkan oleh gigitan dari nyamuk Aedes Aegypti, dengan harapan sedikit mencegah tumbuh kembang nyamuk,” katanya.

“Peningkatan DBD memang sangat naik signifikan dalam 2 bulan terakhir yakni 47 kasus. Hal ini menjadi perhatian bagi Pemda serta OPD terkait untuk langsung turun ke lokasi dan memfoging di wilayah tersebut dengan jarak sekitar 100 meter agar nyamuk tersebut mati,” tambah Riza.

Riza menjelaskan, dengan foging juga tidak terlalu efektif. Masyarakat harus menerapkan, Menguras Menutup dan Mengubur (3M) plus serta menggunakan kelambu pada saat tidur.

“Bukan hanya itu, masyarakat sebelum tidur harus menyalakan obat nyamuk ataupun memakai lotion anti nyamuk,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Basel dr. Agus Pranawa mengatakan, berdasarkan dari laporan bahwa, di Basel sudah ada 47 kasus DBD, yang terbanyak berada di Kecamatan Toboali ada 45 kasus, di Kecamatan Tukak – Sadai 1 kasus dan Kecamatan Airgegas 1 kasus.

“Langkah – langkah yang dilakukan oleh Dinas sendiri dengan mensosialisasikan kepada masyarakat untuk menerapkan 3 M plus, karena memang kalau terlalu sering dilakukan foging maka nyamuk tersebut akan kebal,” katanya.

Ia mengungkapkan, bagi masyarakat yang mempunyai bak penampungan atau kolam yang tidak terpakai lebih baik di taruh ikan supaya memakan jentik – jentik nyamuk.

“Foging merupakan langkah awal saja karena hanya membunuh nyamuk tetapi jentik nyamuknya tidak, oleh sebab itu dengan menerapkan 3 M plus. Maka langkah paling efektif bagi masyarakat sekarang, sering – sering bersihkan selokan, barang – barang bekas yang ada tertampung air, dan juga kalau tidur usahakan memakai kelambu atau lotion anti nyamuk,” ungkap dr. Agus

(Juan)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *