Penambang Tungau : Tidak Ada Nama Akong Dan Boy

Bangka Selatan448 Dilihat
banner 468x60

Bangka Selatan, gashnews.com – Beredar Pemberitaan hoaks kembali diduga dengan sengaja dilakukan oleh salah satu oknum wartawan yang ditujukan kepada beberapa orang masyarakat di kabupaten Bangka Selatan.

Sikap arogansi penulis itu telah membuat resah bagi para pembaca di kabupaten Bangka Selatan. Lantaran pemberitaan hoaks itu diduga dengan sengaja dilakukannya tanpa berdasarkan bukti-bukti dan Narasumber yang belum pasti .

banner 336x280

Dengan demikian tingkah profesional seorang oknum wartawan kembali di uji dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang jurnalis sesuai dengan kode etik jurnalistik (KEJ).

Apakah mereka tidak tau saat ini profesi seorang jurnalis sedang dirundung kesedihan lantaran rencana akan di terbitkan sejumlah Pasal-Pasal dalam RUU Penyiaran, yang mana akan berpotensi mengancam Kemerdekaan Pers di Indonesia.

Baru-baru ini Banyak rekan kita para jurnalis Babel sedang berjuang melakukan aksi memprotes dan menolak Draf Revisi Undang-undang Penyiaran yang dianggap akan mengancam kemerdekaan Pers di Indonesia.

” Sempat di beritakan di media sosial yang bertuliskan “dibalik punggung besi boy ada sosok Akong, kolektor tanpa tersentuh APH ?

Anehnya hal tersebut diberitakan mereka selalu kembali menduga ???

Aneh nya padahal sempat mereka beritakan bahwa dugaan mereka itu tidak lah benar dan sempat tim dari kepolisian Bangka Selatan pun melakukan penyelidikan ke TKP tempat dimana mereka beritakan bahwa adanya aktivitas tambang tungau yang diduga menggarap hutan mangrove dan sejumlah nama yang diduga sebagai kolektor itu .

“Lucunya lagi kenapa Hingga sampai hari ini mereka tak henti-hentinya terus sempat menduga bahwa Boy dan Akong ini adalah peran penting dalam hal tersebut.

Berdasarkan dari beberapa narasumber yang enggan disebutkan namanya itu, kepada Tim Jokers Basel mereka mengatakan,” Setau kami si boy gak ada bang beli Timah apalagi si Akong ? Uajrnyan

“Terus kami juga bingung mau jual kemana apalagi sekarang ini pekerjaan sangat sulit dan kalau bisa kami meminta kepada pemerintah agar memiliki solusi kepada kami yang di bawah ini,” pinta mereka para penambang tungau Rabu, 22/05/2024

“Dengan kompak nada yang sama mereka mengatakan “Kami juga nambang tidak di hutan bakau, bahkan bakau ini kami jaga dan pernah bersama kami menanamnya. Kalau gak bertambang tungau kami makan dari apa ,” Ucap mereka

” Tolong lah kami mau makan bukan mau kaya jadi kepada media yang memberitakan kami ini yang katanya menambang di bakaw itu tidak benar . Kami ini mau menghidupi keluarga anak dan istri kami. Tolong lah tolong lah tolong lah,” teriak penambang

Menurut informasi lokasi masyarakat bertungau pun jauh kurang lebih Dua kilometer dari hutan mangrove.

( Tim Jokers Basel )

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *