Penetapan hari jadi kota Toboali, Wiwid : jangan kaburkan sejarah

Bangka Selatan59 Dilihat
banner 468x60

Bangka Selatan, gashnews.com – Hari jadi kota Toboali akhirnya yang sudah di tetapkan secara resmi jatuh pada tanggal 25 Oktober 1708. Namun hal tersebut menuai kontroversi. Namun hal tersebut dibantah dari berbagai kalangan masyarakat, para tokoh masyarakat Toboali dan sumber lain nya.

Toboali adalah sebuah nama ibu kota Kabupaten Bangka Selatan (Basel), kepulauan Bangka Belitung (Babel). Yang di nobatkan sebagai kota tertua di kepulauan Bangka Belitung.

banner 336x280

Setelah melalui berbagai proses berdasarkan nilai sejarah , Toboali saat ini telah berusia 315 tahun. Penetapan hari jadi kota Toboali langsung sudah di tetapkan menjadi Perda melalui sidang paripurna DPRD Bangka Selatan pada 25 Oktober 2023. Di pimpin langsung oleh ketua DPRD kabupaten Bangka Selatan Erwin Asmadi

Namun hal tersebut di bantah oleh erwandi atau biasa disapa bang Wiwid. Ia ini merupakan salah satu tokoh masyarakat Toboali.

Menurut Wiwid , Penetapan tanggal dan tahun hari jadinya kota Toboali harus memiliki dasar yang kuat dan di sertai bukti yang autentik. Mulai dari ,Historis, Peristiwa, letak Geografis dan sebagainya,” Kepada gashnews.com Minggu 29/10/2023

Wiwid mengatakan” Jangan pernah mengaburkan suatu sejarah , apalagi tentang berdirinya tentang suatu kota . Saya menilai penetapan hari jadi kota Toboali terkesan menyimpang. Itu semua tidak di dasari dengan suatu bukti yang autentik dan di sertai nilai-nilai sejarah, peristiwa, historis, letak geografis.

Pernah saya baca di suatu berita penetapan hari jadi kota Toboali, kemudian nama Toboali di kaitkan dengan parit. Itu sangat tidak masuk akal . Kenapa demikan, sedangkan parit itu adalah sebuah nama bandar atau selokan . Itu sangat tidak masuk di akal,” kata Wiwid

 

Jika kota Toboali di kaitkan dengan sebuah nama kampung Keramat tagak itu saya rasa sangat masuk di akal. Kenapa demikian karna sejak jaman dahulu menurut sebuah riwayat cerita dari kakek kita dulu yakni ma’oen said , bahwa dulunya ada sebuah perkampungan Keramat tagak letaknya yang tidak jauh dari sebuah makam tertua di wilayah itu. yang biasa di sebut oleh masyarakat Toboali yakni makam keramat,” tukas Wiwid

Siapa ma’oen said ? Ia merupakan salah satu keturunan dari salah satu makan tetua di wilayah Keramat tagak , dan hingga saat ini masih menyusahkan keturunan .

Terkait ulasan ini , Wiwid mengaku tidak hanya asal bicara dan itu bisa ia buktikan dari arsip-arsip peninggalan orang tua dulu .

Menurut hasil penelusuran awak media dari salah satu sumber lainnya sebut saja bang JN, cerita itu mirip apa yang di lontarkan oleh Wiwid. Ia mengatakan benar kota Toboali itu ada kaitannya dengan sebuah perkampungan tua yakni kampung Keramat tagak.

Penetapan hari jadi kota Toboali ini sehingga menimbulkan kontroversi ini Wiwid akan segera menyurati ke DPRD kabupaten . Agar tidak mengaburkan suatu sejarah.

Singkat cerita menurut wiwid, ” Setelah penemuan timah datang lah secara besar-besaran pekerja dari cina di ke Toboali .

“Toboali dulunya pernah di jajah oleh para lanon atau yang di sebutkan perompak yang mana para lanon itu bikin keresahan di suatu wilayah yaitu Toboali yang Kita sebut saat ini .

Pada tahun 1724 mereka sudah memerintahkan. sekitar tahun 1725 para kesultanan Palembang pernah mengirimkan pasukan untuk datang ke suatu wilayah yakni Bangka Belitung, terutama ke Toboali untuk menuntaskan para lanon itu . Melalui salah satu pendekar sakti yang biasa di sebutkan oleh masyarakat Raden Ali, ” jelas Wiwid

Jelas jika di kaitkan dari salah satu makam keramat tertua di wilayah tagak ada yang menyebutkan dua makam orang sakti pada jaman itu. Salah satunya yaitu makam Raden Ali .

Dikatakan oleh Wiwid dan berbagai dari stagemen sumber yang di dapatkan bahwa , Raden Ali ini ia lah pria sakti yang merupakan utusan dari kesultanan Palembang yaitu Sultan Mahmud Badaruddin 1.

Menurut arsip refrensi yang di Dapatkan oleh Wiwid, sekitar 25 ribu tenaga kerja dari cina di datangkan ke wilayah Bangka Belitung, yang bekerjasama dengan VOC pada saat itu .

“Menurut bukti-bukti sejarah, di wilayah tagak itu ada peninggalan suatu pusat pelabuhan besar tempat bersandarnya kapal-kapal besar .

Selain itu ada yang namanya Besi cabang dari pendekar cina mualaf bernama Liu siu hi dan kain tukang jahit. Peninggalan kubur keramat,” ujar Wiwid dan dari berbagai narasumber yang di dapatkan .

Liu siu hi ini juga merupakan pendekar mualaf dari cina. saat ini memiliki peninggalan berupa besi cabang dan kain tukang jahit yang mana di wariskan oleh para keturunannya yang saat ini masih ada .

Kepada pemerintah daerah marilah libatkan para tertua yang masih ada di Toboali ini. Bahkan harus mendatangkan ahli geografi untuk memperkuat bukti itu tadi. Jadi terkesan menentukan hari jadi tidak secara asal-asalan,” pungkas Wiwid

 

Sy

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *