GASH – Merasa tak terima diberitakan keterlibatan dalam kasus penyeludupan pasir timah, Julyadi resmi membuat laporan aduan oknum wartawan ke Mapolres Belitung pada Minggu (1/11/2026) malam.
Pria asal Desa Simpang Rusa, Kecamatan Membalong itu menegaskan dirinya tak terlibat dalam kasus penangkapan 7 ton pasir timah oleh Satgas Tri Cakti bersama Unit Tipidter Polres Belitung beberapa pekan lalu.
Meski dirinya sudah membantah, namun pemberitaan yang dimaksud masih kekeh tetap diterbitkan dengan menampilkan foto dirinya.
“Kemarin ada berita saya, jadi saya lapor. Berita tentang penyeludupan timah, padahal saya tidak pernah terlibat,” ujarnya
Ia menjelaskan dirinya memang kolektor timah yang bermitra dengan PT Timah. Bahkan distribusi pasir timah miliknya selalu diawasi dan dilaporkan kepada Satgas Tri Cakti.
Oleh sebab itu, dirinya membantah pemberitaan yang menyeret namanya melakukan penyeludupan.
“Saya membantah dan juga ada foto saya di situ. Saya tidak terima lah,” tegasnya.
Julyadi menambahkan pemberitaan tersebut juga berdampak pada kehidupan keluarganya. Ia menuturkan anaknya sampai diejek temannya di sekolah karena fotonya viral.
“Istri saya nelpon, kenapa ada berita itu, hapus lah berita-berita itu. Anak saya gak sekolah, gak mau keluar,” kata Julyadi menceritakan percakapan bersama istrinya.
Ia mengakui sebelum muncul pemberitaan, terdapat salah seorang oknum wartawan menghubunginya melalui pesan whatsapp.
Pada intinya pesan itu menanyakan keterlibatan Julyadi atas penangkapan pasir timah sebanyak 7 ton.
Waktu itu Julyadi sudah membantah informasi tersebut tapi pemberitaan disertai fotonya tetap diunggah.
Atas dasar tersebut, Julyadi memutuskan membuat laporan polisi ke Mapolres Belitung. Ia berharap permasalahan yang terjadi dapat diselesaikan sesuai hukum yang berlaku.
“Harus diproses secara hukum lah, karena saya tidak melakukan, difitnah dia,” katanya.







