GASH – Memasuki Bulan Suci Ramdhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bangka Belitung sontak mendadak viral hingga ramai diperbincangkan di media sosial lalu menui sorotan dan menarik perhatian serius dari Wakil ketua DPRD provinsi Kepulauan Bangka Belitung Beliadi saat menerima laporan dari masyarakat penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sijuk. terkait kualitas makanan yang disalurkan.
Laporan tersebut menyebutkan menu yang diberikan dinilai jauh dari standar gizi seimbang serta penyajiannya tidak layak karena menggunakan bungkus plastik sederhana.
Keluhan masyarakat itu disampaikan langsung kepada Beliadi saat melakukan komunikasi dengan warga penerima program. Mereka menilai makanan yang diterima tidak mencerminkan konsep gizi yang selama ini disosialisasikan pemerintah, bahkan disebut jauh dari prinsip “4 sehat 5 sempurna”.
Menanggapi laporan tersebut, Beliadi menegaskan pihaknya tidak ingin program yang bertujuan baik justru menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat. Ia pun meminta agar operasional dapur MBG di Sijuk dihentikan sementara sampai dilakukan evaluasi total dan perbaikan kualitas menu.
“Program Makan Bergizi Gratis ini sangat bagus tujuannya untuk meningkatkan gizi masyarakat, terutama anak-anak. Tapi kalau pelaksanaannya tidak sesuai standar, baik dari segi menu maupun penyajian, tentu harus dihentikan dulu sampai diperbaiki,” tegasnya.
Menurut Beliadi, kualitas makanan dalam program MBG tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut kesehatan masyarakat. Ia menekankan bahwa komposisi menu harus memenuhi unsur karbohidrat, protein, sayur, buah, dan nutrisi tambahan lainnya sesuai pedoman gizi seimbang.
Selain itu, kebersihan dan kelayakan wadah makanan juga harus menjadi perhatian serius penyelenggara. Ia menilai penggunaan bungkus plastik sederhana tanpa standar kelayakan justru dapat menurunkan kualitas makanan, baik dari sisi higienitas maupun nilai gizi. Karena itu, ia meminta pihak penyelenggara dapur segera melakukan pembenahan menyeluruh sebelum program kembali dijalankan.
“Jangan sampai program yang menggunakan anggaran negara justru tidak memberikan manfaat maksimal. Masyarakat berhak mendapatkan makanan yang benar-benar bergizi dan layak konsumsi,” ujarnya.
Beliadi juga meminta instansi terkait segera turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan terhadap proses produksi makanan di dapur MBG Sijuk, mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, standar kebersihan dapur, hingga distribusi kepada penerima manfaat.
Menurutnya, pengawasan harus dilakukan secara ketat agar program MBG berjalan sesuai tujuan awal pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan menekan angka stunting.
“Kalau memang ditemukan kekurangan, segera diperbaiki. Setelah semuanya sesuai standar, baru operasional bisa dilanjutkan kembali. Ini demi kebaikan bersama,” katanya.







