Musrenbang RKPD 2027 Ditutup dengan Agenda Besar Ekonomi Hijau dan Biru

Redaksi

banner 468x60

Toboali — Kecamatan Toboali sebagai ibu kota Kabupaten Bangka Selatan kembali menegaskan perannya sebagai pusat arah kebijakan pembangunan daerah melalui pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Bangka Selatan Tahun 2027 tingkat kecamatan, yang berlangsung pada hari Kamis, (19/2/2026).

Forum perencanaan ini dilaksanakan secara tatap muka dan daring melalui Zoom Meeting, serta menjadi penutup rangkaian Musrenbang RKPD tingkat kecamatan di seluruh wilayah kabupaten.

banner 336x280

Mengusung tema “Penguatan Pembangunan Green Economy dan Blue Economy,” Musrenbang di Toboali tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga forum strategis untuk menyelaraskan prioritas pembangunan kewilayahan dengan agenda transformasi ekonomi daerah yang berkelanjutan, tangguh, dan berdaya saing.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Bappelitbangda Kabupaten Bangka Selatan, Siti Kautsariyah, ST., MT. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Toboali sebagai ibu kota kabupaten memiliki tanggung jawab lebih besar dalam mendorong akselerasi pembangunan yang terintegrasi, inovatif, serta adaptif terhadap tantangan fiskal daerah.

“Dengan kapasitas fiskal daerah yang masih terbatas, kita tidak dapat lagi mengandalkan pola pembiayaan konvensional. Diperlukan inovasi pembiayaan pembangunan melalui optimalisasi sumber pendanaan non-APBD, penguatan kolaborasi multipihak, serta sinkronisasi program dengan pemerintah pusat,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan, strategi pembiayaan pembangunan ke depan diarahkan pada peningkatan akses terhadap dana transfer pemerintah pusat, penerapan skema pendanaan berbasis kinerja, kemitraan dengan sektor swasta melalui pola public-private partnership, serta pemanfaatan berbagai sumber pembiayaan tematik yang mendukung pengembangan ekonomi hijau dan ekonomi biru.

Pendekatan tersebut dinilai penting agar prioritas pembangunan tetap berjalan optimal tanpa mengorbankan kualitas perencanaan maupun keberlanjutan lingkungan.

Dalam forum tersebut, usulan yang disampaikan pemerintah desa dan kelurahan di Kecamatan Toboali didominasi kebutuhan pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan layanan kesehatan, serta penguatan sektor pendidikan. Usulan infrastruktur meliputi peningkatan kualitas jalan lingkungan, pembangunan dan perbaikan drainase, serta penyediaan sarana prasarana publik yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Pada sektor kesehatan, perhatian difokuskan pada peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan dasar, penguatan sarana dan prasarana puskesmas, serta dukungan operasional bagi posyandu. Sementara di bidang pendidikan, usulan mencakup rehabilitasi ruang belajar, penyediaan sarana pembelajaran yang memadai, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia tenaga pendidik.

Sekretaris Bappelitbangda menekankan bahwa seluruh usulan yang masuk akan diverifikasi dan diprioritaskan berdasarkan tingkat urgensi, manfaat bagi masyarakat, serta kesesuaiannya dengan arah kebijakan pembangunan daerah Tahun 2027 yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dan penguatan ekonomi lokal berbasis potensi wilayah pesisir maupun daratan.

Sebagai penutup rangkaian Musrenbang tingkat kecamatan, forum di Toboali diharapkan mampu menjadi simpul integrasi antara aspirasi masyarakat dengan prioritas strategis pemerintah kabupaten. Dengan posisi strategisnya sebagai ibu kota, Toboali diharapkan menjadi etalase keberhasilan implementasi pembangunan ekonomi hijau dan biru di Kabupaten Bangka Selatan — pembangunan yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan serta memberikan manfaat yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *