GASH – Di tengah besarnya anggaran yang telah dikucurkan, kualitas pelayanan di RSUD Junjung Besaoh, Bangka Selatan justru menuai sorotan tajam. Fasilitas kesehatan yang semestinya menjadi garda terdepan penyelamatan nyawa, kini dinilai “terasa hambar” dan belum mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara maksimal.
Peristiwa meninggalnya seorang tokoh media sekaligus anggota DPRD Bangka Selatan yang diduga akibat serangan jantung, masih segar dalam ingatan publik. Kejadian ini pun memicu spekulasi sekaligus pertanyaan besar sejauh mana kesiapan RSUD Junjung Besaoh dalam menangani kasus-kasus darurat, khususnya penyakit jantung yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat?
Matoridi, salah satu tokoh masyarakat Bangka Selatan, secara terbuka menyampaikan kekecewaannya. Ia menilai, miliaran rupiah uang rakyat yang telah digelontorkan seharusnya mampu menghadirkan layanan kesehatan yang prima, bukan justru meninggalkan keraguan di tengah masyarakat.
“Sungguh ironis, miliaran dana masyarakat digelontorkan untuk menunjang fasilitas rumah sakit, tapi terasa hambar. Banyak masyarakat yang tidak yakin dan mempertanyakan kualitas penanganan pasien di RS umum,” tegas Matoridi, Kamis (9/4/2026).
Ia juga menyoroti menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit daerah. Fenomena pasien yang lebih memilih atau terkadang ada bisikan langsung berobat ke rumah sakit provinsi di Pangkalpinang menjadi sinyal kuat adanya persoalan serius yang belum terselesaikan.
Padahal, jarak dari Toboali ke Pangkalpinang bukanlah perkara dekat. Perjalanan yang memakan waktu sekitar dua jam justru menjadi risiko tambahan bagi pasien, terutama dalam kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat.
“Ini harus jadi atensi serius DPRD Bangka Selatan, khususnya Komisi I, dan juga pimpinan daerah. Jangan sampai masyarakat terus menerus ‘lari’ keluar daerah hanya untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak,” ujarnya.
Lebih jauh, Matoridi menegaskan bahwa sektor kesehatan bukan sekadar layanan publik biasa, melainkan menyangkut marwah daerah. Kualitas kesehatan masyarakat menjadi fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul di Bangka Selatan.
“Pembangunan manusia yang sehat adalah kunci. Ini harus jadi renungan bersama agar kita benar-benar peduli terhadap profesionalisme dan kualitas pelayanan RSUD Junjung Besaoh demi masa depan generasi Bangka Selatan,” tutupnya.
Sorotan ini menjadi alarm keras, Ketika anggaran besar sudah digelontorkan, akan tetapi publik berhak menuntut hasil yang sepadan bukan sekadar bangunan dan fasilitas, tetapi pelayanan yang benar-benar menyelamatkan nyawa.







