GASH – Bupati Bangka Selatan, H. Riza Herdavid, S.T., M.Tr.IP., mendukung percepatan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Bangka Selatan yang pada tahun 2026 direncanakan mencakup delapan titik. Program prioritas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang dikelola oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan, memperkuat ekonomi masyarakat pesisir, serta mendukung ketahanan pangan nasional.
Dukungan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pemantauan Perkembangan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Bangka Selatan, yang berlangsung di Kantor Bupati Bangka Selatan, Rabu (21/10/2026). Rapat ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi, pengawasan, dan sinergi lintas sektor guna memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Program KNMP tahun 2026 di Kabupaten Bangka Selatan direncanakan mencakup delapan titik pembangunan. Desa Tukak menjadi lokasi yang telah lebih dahulu berjalan, sementara tujuh lokasi lainnya meliputi Desa Tanjung Ketapang, Desa Serdang, Desa Kepoh, Desa Sadai, Desa Tanjung Sangkar, Desa Celagen, dan Desa Pasir Putih.
Berdasarkan data progres yang tersedia, pembangunan di Desa Kepo Baru telah mencapai 37,97 persen, disusul Desa Serdang sebesar 34,29 persen, dan Desa Tanjung Ketapang sebesar 15,47 persen. Data tersebut memberikan gambaran perkembangan pada tiga lokasi yang telah diketahui progresnya, sementara perkembangan pada lokasi lainnya masih memerlukan pemutakhiran data lebih lanjut.
Dengan target penyelesaian pada 11 Desember 2026, pemantauan secara berkala menjadi penting untuk memastikan pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai rencana. Koordinasi lintas sektor juga diperlukan untuk mengidentifikasi kendala di lapangan dan mendorong langkah percepatan sesuai ketentuan serta kewenangan masing-masing pihak.
Pembangunan di delapan titik tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kawasan pesisir, meningkatkan produktivitas sektor perikanan, serta mendorong tumbuhnya kegiatan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Bangka Selatan, Hj. Debby Vita Dewi, S.E., M.M.; Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Hefi Nuranda, S.T., M.M., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda); serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Hadir pula Inspektur Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dr. Ade Tajudin Sutiawarman, S.H., M.H., Anggota Komisi IV DPR RI, Melati, S.H., Deputi Bidang Pengawasan dan Pengendalian Bappisus, Agung Mardiwibowo, S.H., M.H., Direktur IV pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel), Direktur Pengawasan Bidang Pangan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung; serta tamu undangan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bangka Selatan, H. Riza Herdavid, menyampaikan bahwa pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan peluang strategis untuk memperkuat sektor kelautan dan perikanan sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat nelayan di daerah.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari penyelesaian pembangunan fisik, tetapi juga dari keberlanjutan pengelolaan dan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat.
“Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mendukung penuh program Kampung Nelayan Merah Putih ini. Kami berharap pembangunan di delapan titik tersebut dapat berjalan sesuai target, selesai tepat waktu, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para nelayan. Yang terpenting, program ini tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan dan memperkuat perekonomian masyarakat pesisir,” ujar Riza Herdavid.
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan siap memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan pemerintah pusat serta seluruh pihak terkait agar pelaksanaan program dapat berjalan optimal, tepat sasaran, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat pesisir.
Bupati Riza berharap keberadaan KNMP dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di kawasan pesisir Bangka Selatan. Dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai serta pengelolaan yang baik, kawasan tersebut diharapkan mampu mendorong produktivitas nelayan, meningkatkan nilai tambah hasil perikanan, dan membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat.
Sementara itu, Inspektur Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dr. Ade Tajudin Sutiawarman, menekankan pentingnya pemantauan dan pengawasan secara berkelanjutan untuk memastikan program Kampung Nelayan Merah Putih berjalan sesuai perencanaan dan target yang telah ditetapkan.
Ia juga mengharapkan agar pembangunan KNMP tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan fisik, tetapi mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan dan memperkuat perekonomian kawasan pesisir.
Rapat koordinasi ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi, memperkuat pengawasan, serta memastikan setiap tahapan pembangunan memperoleh perhatian dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan. Dengan target penyelesaian pada 11 Desember 2026, koordinasi yang terintegrasi diharapkan dapat membantu mengidentifikasi berbagai kendala dan mempercepat tindak lanjut sesuai kewenangan masing-masing pihak.
Program Kampung Nelayan Merah Putih sendiri merupakan inisiatif prioritas Presiden Prabowo Subianto yang dikelola oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, menguatkan ekonomi pesisir, serta mendukung ketahanan pangan nasional. Melalui pengembangan kawasan nelayan yang terintegrasi, program ini diarahkan untuk mendorong terwujudnya nelayan yang sejahtera, mandiri, dan berdaulat.
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan terus mendukung pelaksanaan program prioritas nasional yang selaras dengan potensi daerah dan kebutuhan masyarakat. Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pengawasan, serta seluruh pemangku kepentingan, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di delapan titik diharapkan dapat berjalan secara optimal, terarah, dan berkelanjutan.
Dengan kolaborasi dan pengawasan yang berkesinambungan, program KNMP diharapkan tidak hanya menghadirkan pembangunan sarana dan prasarana, tetapi juga mampu meningkatkan produktivitas nelayan, memperkuat perekonomian masyarakat pesisir, serta mendorong terwujudnya nelayan yang sejahtera, mandiri, dan berdaulat, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.







