Angkat Pangan Lokal, SPPG Angsana Toboali Olah Ubi Ungu Khas Bangka Jadi Menu Berkualitas

Sony

banner 468x60

GASH – Di tengah sorotan publik terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dapur SPPG Angsana Toboali justru tampil dengan pendekatan berbeda. Bukan sekadar menyajikan makanan, tetapi mengangkat potensi pangan lokal sebagai sumber gizi masa depan.

Melalui olahan berbahan umbi-umbian lokal yang kaya gizi, mineral dan serat, dapur SPPG Angsana memperkenalkan menu unik berbasis ubi ungu dan “bijur” atau stik bijur camilan khas Bangka.

banner 336x280

Ubi ungu sendiri dikenal sebagai sumber karbohidrat kompleks, vitamin, mineral, serta serat alami yang baik untuk tumbuh kembang anak.

Sebagai mitra dapur, M. Ali Muzakhir, menyampaikan apresiasi kepada rekan-rekan media sekaligus harapan agar pemberitaan dilakukan secara berimbang yang mana sempat di beritakan sebelumnya oleh salah satu media online.

“Rekan media yang kami hormati, terima kasih atas pemberitaannya. Harapan kami, pemberitaan bisa berimbang. Pihak dapur juga diwawancarai, jangan hanya sepotong lalu dibesarkan sehingga muncul asumsi di masyarakat bahwa yang diberikan hanya seperti di foto tersebut,” ujarnya.

Ia menegaskan, pengenalan makanan daerah merupakan bagian dari misi edukasi dalam program MBG. Menurutnya, siswa perlu dikenalkan pada kearifan lokal, termasuk konsumsi umbi-umbian sebagai alternatif sumber karbohidrat yang sehat dan bernilai gizi tinggi.

“Kita juga wajib mengenalkan makanan daerah kepada siswa. Termasuk umbi-umbian yang kaya manfaat. Kami akan terus berusaha memberikan yang terbaik bagi penerima manfaat dan terus memperbaiki diri,” tambahnya.

Selain itu, Ali membeberkan menu yang disajikan kepada para siswa hari ini Selasa 24 Februari 2026 terdiri dari ubi ungu kukus tabur keju, camilan khas Bangka stik bijur, serta susu kemasan Ultra Milk sebagai pelengkap asupan protein dan kalsium.

Langkah dapur SPPG Angsana ini menjadi pengingat bahwa program MBG bukan hanya soal kuantitas anggaran, tetapi juga tentang kualitas asupan dan identitas pangan.

Di tangan pengelola yang kreatif, bahan lokal seperti ubi ungu mampu naik kelas menjadi simbol bahwa gizi, budaya, dan masa depan anak-anak dapat berjalan beriringan sesuai dengan harapan menjadi masa depan Indonesia Emas.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *