Ribuan Pengunjung Padati Kawasan Himpang 5 Habang, Festival Junjung Besaoh 2026 Resmi Bergulir

Redaksi

banner 468x60

GASH – Mewakili Bupati Bangka Selatan H. Riza Herdavid, S.T., M.Tr.IP., Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan Hefi Nuranda,S.T., M. M secara resmi membuka Festival Junjung Besaoh 2026 dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Toboali ke-318, Rabu (21/10/2026) malam.

Kegiatan yang mengusung tema “Ngerajut Sejarah, Ngerawat Tradisi, Ngejago Budaya” ini menjadi momentum untuk memperkuat identitas daerah, melestarikan warisan leluhur, serta mengembangkan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Bangka Selatan.

banner 336x280

Turut hadir unsur Forkopimda Kabupaten Bangka Selatan, Staf Ahli beserta Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Lembaga Adat Melayu Kabupaten Bangka Sekatan, Dewan Kesenian Kabupaten Bangka Selatan, dan tamu undangan.

Dalam sambutannya pada acara Buka Lawang Festival Junjung Besaoh di Kawasan Himpang 5 Toboali, Sekda Hefi menyampaikan bahwa perjalanan 318 tahun Kota Toboali bukan sekadar hitungan usia, melainkan menyimpan sejarah panjang, perjuangan, nilai-nilai kehidupan, dan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Menurutnya, kemajuan daerah harus berjalan seiring dengan upaya menjaga identitas dan nilai-nilai luhur masyarakat. Toboali diharapkan semakin maju, masyarakat semakin sejahtera, dan perekonomian semakin berkembang tanpa kehilangan karakter, adat istiadat, bahasa, seni, kuliner, serta kearifan lokal.

“Tema ini mengandung pesan yang sangat mendalam. Kita diajak untuk terus merajut sejarah sebagai jati diri, merawat tradisi sebagai warisan leluhur, dan menjaga budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.

Sekda Hefi menegaskan, kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur melalui pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam mempertahankan nilai-nilai yang membentuk identitas dan jati diri daerah.

Ia berharap Festival Junjung Besaoh tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga berkembang menjadi gerakan bersama untuk menjaga kebudayaan, memperkuat persaudaraan, mengembangkan pariwisata berbasis budaya, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui Festival Junjung Besaoh 2026, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan berupaya membuka ruang perjumpaan antara sejarah, tradisi, dan masyarakat, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi muda, wisatawan, dan masyarakat luas.

Dalam rangkaian pembukaan, masyarakat akan disuguhkan pertunjukan Tari Gajah Manunggang dan Tari Tigel. Kedua tarian tersebut merupakan kekayaan budaya yang memiliki nilai sejarah dan mencerminkan identitas masyarakat Bangka Selatan serta telah tercatat sebagai Kekayaan Intelektual Komunal.

Selain kesenian tradisional, Bangka Selatan juga memiliki beragam kuliner khas, di antaranya lempah kuning habang, mi kuah ikan, kue badak, dan bolu kuci. Kekayaan kuliner tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata sekaligus membuka peluang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sekda Hefi mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh adat, keluarga, lembaga pendidikan, seniman, budayawan, komunitas, dan pelaku usaha, untuk bersama-sama menjaga keberlangsungan budaya daerah.

Dirinya juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam mempelajari dan meneruskan bahasa, tarian, permainan tradisional, kuliner, serta berbagai tradisi lokal agar warisan leluhur tetap hidup dan berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan nilai aslinya.

Melalui Festival Bahasa Habang, keterlibatan komunitas budaya, serta berbagai kegiatan seni dan tradisi, diharapkan kebudayaan Bangka Selatan semakin dikenal dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

“Jadikan kebudayaan sebagai kekuatan untuk mempererat persatuan, mengembangkan pariwisata, menggerakkan ekonomi kreatif, dan memperkenalkan Bangka Selatan kepada dunia,” imbuhnya.

Di tengah perayaan Hari Jadi Kota Toboali ke-318, Bupati Riza Herdavid turut menyampaikan keprihatinan atas musibah kebakaran yang melanda kawasan Serdang dan mengakibatkan sekitar 300 rumah hangus terbakar.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Sekda Hefi menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa kepada masyarakat serta keluarga yang terdampak. Ia berharap para korban diberikan kekuatan dan ketabahan untuk menghadapi musibah serta dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Sekda Hefi mengingatkan bahwa semangat Junjung Besaoh tidak hanya diwujudkan dalam perayaan dan kegiatan kebudayaan, tetapi juga melalui kepedulian, gotong royong, dan kemanusiaan, terutama ketika masyarakat menghadapi kesulitan.

Menurutnya, masyarakat Bangka Selatan merupakan satu keluarga besar yang harus saling menguatkan, baik dalam suasana bahagia maupun ketika menghadapi musibah.

“Junjung Besaoh bukan hanya sebuah ungkapan atau identitas budaya, tetapi juga cerminan semangat kebersamaan, gotong royong, kepedulian, dan kemanusiaan,” ungkapnya.

Selain itu, Sekda Hefi juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di tengah kondisi musim kemarau. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran hutan, lahan, kebun, maupun sampah secara sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran agar dapat ditangani sedini mungkin.

Sekda Hefi mengajak masyarakat menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama demi keselamatan dan keberlangsungan hidup generasi mendatang.

Lebih jauh, Sekda Hefi berharap Festival Junjung Besaoh 2026 dapat menjadi ruang bagi seniman, budayawan, pelaku UMKM, dan komunitas untuk terus berkarya serta mengembangkan potensi daerah.

Dengan mengoptimalkan kekayaan budaya dan tradisi lokal, festival ini diharapkan mampu memperkuat daya tarik pariwisata, mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, memperluas peluang usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sekda Hefi mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Hari Jadi Kota Toboali ke-318 sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, menumbuhkan kecintaan terhadap daerah, dan membangun masa depan Bangka Selatan yang lebih baik.

“Mari kita rajut sejarah dengan kebanggaan, rawat tradisi dengan ketulusan, dan jaga budaya dengan tindakan nyata. Semoga Toboali terus tumbuh menjadi kota yang maju, masyarakatnya semakin sejahtera, budayanya tetap lestari, lingkungannya terjaga, serta semangat gotong royong dan kemanusiaan selalu hidup di hati kita semua,” tutupnya sembari secara resmi membuka Festival Junjung Besaoh 2026.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *