GASH – Aksi demonstrasi yang kian marak di berbagai wilayah kembali berujung kerusakan fasilitas publik. Kali ini, masa yang terdiri dari kisaran 500 orang di Kecamatan Lepar, Kabupaten Bangka Selatan (Basel), mendatangi hingga menyebabkan kebakaran kantor perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Swarna Nusa Sentosa (SNS) di Desa Tanjung Labu dan Penutuk, Sabtu (30/08/2025) pagi.
Saat suara rakyat merasa kian terbenam dalam sunyi, mereka akhirnya menunjukkan keberadaannya melalui aksi nyata. Amukan massa pun memuncak, hingga kobaran api menjadi saksi kemarahan yang sulit dipadamkan dan suara dewan perwakilan rakyat pun sangat dinantikan.
Sementara itu, salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa pemicu aksi massa bermula dari konflik agraria yang telah lama terjadi. Menurutnya, sebelumnya sempat ada kesepakatan bahwa perusahaan menghentikan sementara aktivitasnya. Namun warga menilai perusahaan melanggar kesepakatan itu dengan kembali membuka lahan baru
Adapun menurut informasi, lahan yang diklaim pihak perusahaan mencapai 8.000 hektare, dengan sekitar 6.000 hektare di antaranya telah digarap.
Peristiwa ini memicu reaksi tokoh masyarakat Norman Adjis, yang juga memimpin macab Pemuda Panca Marga (PPM) Bangka Selatan. Ia menegaskan agar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Basel Komisi yang bersangkutan turun langsung menanggapi persoalan yang dinilai sudah kronis ini.
“Dalam hal permasalahan antara PT SNS dengan masyarakat setempat sebenarnya sudah lama terjadi namun kami sangat menyayangkan lambannya pihak Pemerintah dan kawan-kawan DPRD Bangka Selatan untuk menyelesaikannya,” Ucap Norman adjis
Selain itu Norman adjis juga menyinggung ketua DPRD kabupaten Bangka Selatan Erwin Asmadi agar sigap dalam menangani persoalan di tanah kelahirannya.
“Apalagi Ketua DPRD Bangka Selatan adalah sebagai putra asli daerah Lepong, Paling tidak beliau harus bisa berbuat banyak untuk bisa membantu masyarakat serta terhadap tanah kelahirannya
Jadi kami berharap dengan Pak ketua DPRD Bangka Selatan jangan hanya sekadar namanya kelahiran Desa Tj labu, akan tetapi aksi nyata membela rakyat yang sebenar-benarnya wajib dilaksanakan demi kemajuan tanah kelahirannya,” Tegasnya
“Dan terlepas dari suka atau tidak suka, jangan sampai masyarakat kita yang di Lepong selalu berurusan dengan Hukum di karenakan oleh perusahaan yang tak pernah ngerti dengan keadaan masyarakat kita,”tegas Norman Adjis(Man muray)
Sementara atas kejadian tersebut Kuasa hukum PT SNS, Tito Napitupulu, menyesalkan aksi anarkis tersebut.
“PT SNS menyesalkan tindakan anarkis dari masyarakat Tj Labu, dan berharap pihak kepolisian segera menangkap dalang pembakaran,” kata Tito.
Hingga berita ini diturunkan, awak media masih terus melakukan konfirmasi lebih lanjut dan menggali informasi terkait persoalan ini.







