GASH – Saat suara rakyat merasa kian terbenam dalam sunyi, mereka akhirnya menunjukkan keberadaannya melalui aksi nyata. Amukan massa pun memuncak, hingga kobaran api menjadi saksi kemarahan yang tak terpadamkan.
Berdasarkan informasi dari Camat Kepulauan Lepar, Feri Edward, kantor perusahaan perkebunan kelapa sawit milik PT Swarna Nusa Sentosa (SNS) hangus dibakar massa, diperkirakan jumlah massa yang datang sekitar 500 orang di Kecamatan Lepar, Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Sabtu (30/8/2025) pagi.
“Tak ada asap tanpa api, tak ada sebab tanpa akibat,” begitu filosofi yang kembali terbukti. Namun disayangkan, peristiwa serupa berulang kali terjadi tanpa penyelesaian yang tuntas.
Kebakaran yang menghanguskan kantor serta sejumlah aset berharga perusahaan itu ditaksir menimbulkan kerugian sekitar Rp5 miliar.
Kuasa hukum PT SNS, Tito Napitupulu, menyesalkan aksi anarkis tersebut.
“PT SNS menyesalkan tindakan anarkis dari masyarakat Tj Labu, dan berharap pihak kepolisian segera menangkap dalang pembakaran,” kata Tito.
Sementara itu, salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa pemicu aksi massa bermula dari konflik agraria yang telah lama terjadi. Menurutnya, sebelumnya sempat ada kesepakatan bahwa perusahaan menghentikan sementara aktivitasnya. Namun warga menilai perusahaan melanggar kesepakatan itu dengan kembali membuka lahan baru.
“Tuntutan masyarakat jelas, pihak PT jangan lagi menggarap lahan baru,” ujar sumber kepada Gashnews, Sabtu sore.
Adapun menurut informasi, lahan yang diklaim pihak perusahaan mencapai 8.000 hektare, dengan sekitar 6.000 hektare di antaranya telah digarap.
Hingga berita ini diturunkan, awak media telah berupaya mengkonfirmasi kepada beberapa pihak lainnya terkait persoalan yang memicu aksi anarkis tersebut.







