Ini Komitmen Dinkes Basel dan TP PKK Perkuat Integrasi Posyandu

Redaksi

banner 468x60

GASH – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana menggelar kegiatan Advokasi Tim Pembina Posyandu (Lintas Sektor) tingkat kabupaten tahun 2026 sebagai upaya memperkuat integrasi layanan Posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Kegiatan advokasi yang dilaksanakan pada Kamis (16/4/2026) ini menjadi langkah strategis dalam mendorong penguatan Posyandu sebagai pusat layanan terpadu di tingkat desa dan kelurahan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari kepala OPD, camat, kepala puskesmas, hingga kader Posyandu.

banner 336x280

Turut hadir Ketua TP PKK Kabupaten Bangka Selatan, Hj. Elizia Riza Herdavid, S.E., yang menegaskan pentingnya peran Posyandu sebagai garda terdepan dalam pelayanan masyarakat berbasis keluarga.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan, dr. Agus Pranawa, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Posyandu saat ini tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan dasar, tetapi telah berkembang menjadi pusat layanan terpadu lintas sektor.

Ia menjelaskan bahwa penguatan Posyandu dilakukan melalui integrasi enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), yaitu bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat (Trantibum Linmas), dan bidang sosial.

“Posyandu saat ini diarahkan menjadi wadah integrasi layanan dasar masyarakat yang mencakup enam bidang pelayanan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujar Agus.

Menurutnya, integrasi tersebut menjadi kunci dalam mendekatkan layanan pemerintah kepada masyarakat, terutama di tingkat desa dan kelurahan. Ia juga menekankan pentingnya peran Pokjanal Posyandu dalam memastikan koordinasi lintas sektor berjalan optimal.

“Melalui penguatan kelembagaan dan koordinasi lintas sektor, Posyandu diharapkan mampu menjadi pusat layanan yang efektif dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, berdasarkan data capaian Posyandu di Kabupaten Bangka Selatan hingga Februari 2026, tercatat sebanyak 122 Posyandu tersebar di berbagai wilayah dengan total 712 kader. Dari jumlah tersebut, sebanyak 700 kader telah mendapatkan pelatihan dengan rincian 497 kader kategori purwa, 167 kader madya, dan 36 kader utama. Data ini menunjukkan bahwa sebagian besar kader telah memiliki kapasitas dasar hingga menengah dalam mendukung pelayanan Posyandu.

Sementara itu, dalam penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP), dari total 122 Posyandu yang ada, sebanyak 97 Posyandu telah menjalankan konsep Posyandu ILP. Capaian ini menunjukkan progres positif dalam transformasi layanan Posyandu menuju pelayanan yang lebih terintegrasi dan menyeluruh di tingkat masyarakat.

Ketua TP PKK Kabupaten Bangka Selatan, Hj. Elizia Riza Herdavid, S.E. menekankan bahwa keberhasilan Posyandu ke depan sangat ditentukan oleh implementasi enam SPM secara terpadu.

“Enam SPM ini menjadi fondasi penting dalam pelayanan masyarakat. Posyandu harus mampu mengintegrasikan layanan pendidikan, kesehatan, sosial, hingga lingkungan agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkap Elizia.

Ia juga menilai bahwa pendekatan lintas sektor melalui Posyandu akan memperkuat kualitas pembangunan berbasis keluarga di tingkat desa.

“Kalau enam bidang ini berjalan bersama melalui Posyandu, maka pelayanan akan lebih efektif dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Elizia kembali menegaskan pentingnya peran kader sebagai penggerak utama di lapangan dalam mendukung integrasi tersebut.

“Kader Posyandu harus memahami bahwa layanan sekarang tidak hanya satu sektor. Mereka menjadi ujung tombak dalam mengedukasi masyarakat terkait enam pelayanan dasar ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi.

“Dengan dukungan semua pihak, Posyandu akan semakin kuat sebagai pusat layanan terpadu berbasis masyarakat,” tutupnya.

Melalui kegiatan advokasi ini, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan berharap integrasi Posyandu berbasis enam SPM dapat berjalan optimal di seluruh wilayah, sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih efektif, terpadu, dan berkelanjutan.

Dengan komitmen bersama antara pemerintah daerah, TP PKK, serta dukungan lintas sektor, Posyandu diharapkan semakin kuat sebagai pusat pelayanan terpadu yang mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat secara.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *