Dari Piring Anak Negeri ke Masa Depan Bangsa: Bukan Kaleng-kaleng Penampakan Menu MBG SPPG Teladan

Sony

banner 468x60

GASH – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sejatinya digadang-gadang sebagai instrumen intervensi gizi bagi peserta didik, kini mendadak menjadi perbincangan setelah penampakan menu dari SPPG Teladan di Toboali kabupaten Bangka Selatan.

Seorang ibu rumah tangga, yang anaknya tercatat sebagai penerima manfaat MBG, mengaku terkejut saat melihat isi paket makanan yang diterima. Dalam kemasan plastik bening, menu tersebut terdiri dari satu roti bulat, satu butir telur, serta empat butir buah lengkeng.

banner 336x280

Saat dikonfirmasi wartawan, Pengelola SPPG Teladan, Jon Hendra, menjelaskan bahwa pada hari ini pihaknya menyalurkan sekitar 2.700 san porsi MBG. Ia juga menyebutkan bahwa distribusi kali ini merupakan penyaluran perdana setelah masa libur sekolah menjelang bulan suci Ramadhan.

“Hari ini kami menyalurkan kurang lebih dua ribu tujuh ratusan porsi. Ada dua jenis porsi, besar dan kecil,” ujar Jon Hendra. Senin, (23/02/2026) siang.

Ia memaparkan bahwa perbedaan antara porsi besar dan kecil terletak pada ukuran roti nya agak besar dan penambahan satu biji buah lengkeng. Masing – masing porsi butget nya berbeda

“Perbedaannya Untuk porsi kecil Butget nya Rp. 8000 (Delapan Ribu rupiah) yang besar nya Rp. 10.000 (Sepuluh Ribu Rupiah),” Kata Jon Hendra

Begini perbedaan porsi besar dan kecil menu MBG SPPG Teladan

Di tengah semangat pemerintah mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui intervensi gizi sejak dini, publik tentu berharap implementasi di lapangan tidak sekadar formalitas distribusi, melainkan benar-benar memperhatikan kecukupan nutrisi, variasi menu, serta standar gizi yang terukur. Sebab, dari piring makan mereka hari ini, masa depan bangsa sedang dipertaruhkan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *