Desa Penutuk Jadi Lokasi Pembangunan Terpadu TNI Masuk Desa

Redaksi

banner 468x60

GASH – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Hefi Nuranda, mewakili Bupati Basel Riza Herdavid, secara resmi membuka kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Penutuk, Kecamatan Lepar, Selasa (10/2/2026).

Pembukaan TMMD tersebut ditandai dengan apel bersama yang melibatkan ratusan personel TNI dari Batalyon TP 845/Ksatria Satam Belitung dan Kodim 0432/Basel, serta dihadiri unsur Forkopimda dan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Basel.

banner 336x280

Kegiatan TMMD ini merupakan program terpadu antara TNI dan pemerintah daerah yang bertujuan mempercepat pembangunan wilayah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah terpencil dan kepulauan.

Sekda Basel Heppy Nuranda yang bertindak sebagai inspektur apel pembukaan TMMD menyampaikan bahwa kegiatan TMMD memiliki sasaran utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“TMMD ini merupakan bentuk pengabdian dan kemanunggalan TNI untuk rakyat, sekaligus wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan TMMD di Desa Penutuk terbagi dalam dua kegiatan utama, yakni kegiatan fisik dan non fisik yang saling melengkapi. Untuk kegiatan fisik, TMMD menyasar pembangunan infrastruktur berupa pengerjaan jalan sepanjang 5,5 kilometer yang dapat memperlancar akses transportasi masyarakat dan hasil pertanian.

“Selain itu, terdapat sasaran fisik tambahan berupa pembangunan satu titik sumur bor, perbaikan satu unit rumah tidak layak huni (RTLH), penanaman 200 batang pohon keras, pembersihan lingkungan, serta rehabilitasi satu unit masjid. Sementara itu, kegiatan non fisik TMMD diisi dengan berbagai penyuluhan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat desa,” jelas Hefi.

“Penyuluhan tersebut meliputi pencegahan
stunting, peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat dan lingkungan, serta juga pemasyarakatan teknologi tepat guna.
TMMD juga menggelar penyuluhan untuk menggelorakan kembali budaya gotong royong, penyuluhan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), penyuluhan posyandu, serta penyuluhan Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM),” lanjutnya.

Ia mengungkapkan, kegiatan TMMD ini tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pendekatan sosial melalui edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat.

“Kegiatan program TMMD di Desa Penutuk dijadwalkan berlangsung selama satu bulan, terhitung mulai 10 Februari hingga 11 Maret 2026,” ungkap Hefi.

Hefi menegaskan bahwa keharmonisan dan kebersamaan antara TNI dan rakyat merupakan pilar penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Nilai-nilai kemanunggalan tersebut menjadi kekuatan besar dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa, mulai dari kemiskinan, pengangguran, hingga pembangunan sumber daya manusia,” tegas dia.

Ia berharap, hubungan harmonis dan kekompakan antara TNI dan masyarakat Desa Penutuk dapat terus terjaga meskipun program TMMD telah selesai dilaksanakan.

“Jangan sampai keharmonisan ini pudar. Kebersamaan TNI dan rakyat harus terus dipupuk demi kemajuan desa dan daerah,” pungkasnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *