GASH – Setiap tetesan embun yang membasahi daun hijau adalah isyarat kehidupan yang terus berjalan. Awalnya hijau segar, lalu perlahan memudar, seiring waktu berlalu hingga tiba masanya ia gugur. Begitu pula manusia ketika muda, penuh semangat dan harapan; seiring waktu, usia menua, kekuatan berkurang, dan akhirnya kembali kepada Sang Pencipta.
Daun yang gugur bukanlah akhir, melainkan bagian dari siklus kehidupan. Sama halnya dengan umur dan jabatan, ia akan berganti, ia akan berakhir, namun jejak kebaikan yang kita tinggalkan akan tetap hidup dalam ingatan dan doa orang-orang.
Umur adalah rahasia Tuhan, yang terus berjalan tanpa bisa ditahan. Setiap helai rambut memutih, setiap kerut wajah yang muncul, menjadi tanda bahwa kita sedang dipanggil perlahan menuju akhir perjalanan. Umur bukanlah sekadar angka, tetapi juga jejak, sudahkah ia terisi dengan kebaikan, atau hanya habis untuk mengejar dunia yang fana?
Jabatan adalah titipan, bukan milik. Hari ini bisa dipegang, besok bisa dilepas. Ia ibarat pakaian yang dikenakan, suatu saat akan ditanggalkan. Jabatan menguji apakah kita tetap rendah hati, atau justru terjebak dalam kesombongan?
Umur mengajarkan bahwa waktu tidak menunggu. Jabatan mengingatkan bahwa amanah harus dipertanggungjawabkan. Maka, yang paling bernilai bukan panjangnya umur atau tingginya jabatan, melainkan seberapa besar manfaat yang kita tinggalkan.
Sebab ketika panggilan itu tiba, umur berhenti, jabatan sirna, dan yang tersisa hanyalah amal, doa, serta nama baik.







