GASH – Musyawarah Kelurahan Khusus (Muskelsus) Toboali menjadi panggung penting bagi lahirnya gagasan, kritik, dan strategi baru untuk menguatkan Progam prioritas pusat yakni Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP).
Di bawah kepemimpinan Wawan sebagai Ketua, geliat optimisme terasa menguat, KKMP Toboali diyakini siap melaju, asalkan pengurus solid, terbuka, dan berani bergerak.
Dalam forum yang berlangsung hangat namun penuh tekanan positif itu, Wawan menegaskan bahwa koperasi ini tidak boleh berjalan “biasa-biasa saja”. Ia mengajak seluruh pengurus memberi masukan konstruktif, sekaligus membuka lini usaha yang punya daya dorong ekonomi nyata untuk masyarakat.
“Kami sudah mengamati potensi daerah melalui diskusi yang terfokus, terutama terkait PT Timah Tbk sebagai pengelola IUP darat maupun laut. Kami menunggu mekanisme regulasi dari PT Timah seperti apa bentuk kerja samanya,” jelas Wawan.
Selain sektor mineral, KKMP juga mulai membidik lini usaha sembako, LPG, hingga jasa angkutan, semuanya sedang dikaji sebagai pilar usaha yang berkelanjutan.
Namun Wawan tak menutup mata terhadap satu kendala krusial tentang penetapan gedung kantor KKMP yang hingga kini masih menggantung.
“Ini masalah yang harus kita tuntaskan. Kita butuh kerja sama dengan instansi dan dinas terkait,” tegasnya.
Dari hasil survei lapangan, Wawan menilai ada dua lokasi strategis untuk dijadikan kantor KKMP, yang pertama Depan Rumah Sakit Posyandik Toboali, samping SMP YPK Toboali kemudian yang kedua Aset KUD di Jalan Jenderal Sudirman, Toboali
“Keduanya berada di Kelurahan Toboali dan sangat potensial untuk dikembangkan sebagai gedung KKMP,” ujarnya.
Wawan juga meminta dukungan penuh dari pemerintah daerah serta pendampingan Babinsa Kodim 0432/Basel agar proses ini bergerak cepat dan terarah.
Sementara Santo selaku lurah Toboali mengatakan “Aset tersebut Ada di Kecamatan, Bukan Keluraha,” ucap Santo Lurah
Namun dengan harapan yang kuat dalam menyambut program prioritas pusat ini Santo berharap agar KKMP kelurahan Toboali berjalan dengan lancar.
Dari pihak Perwakilan Kecamatan Toboali menambahkan bahwa dari 18 lahan kecamatan yang sudah terverifikasi, beberapa akan ditinjau untuk kebutuhan gedung Merah Putih.
“Ini harus melalui mekanisme. Tapi 2025, kegiatan ini semoga jalan,” tegasnya
Pihak Inspektorat menyampaikan, KKMP punya peluang usaha yang kuat di wilayah Toboali. Namun ada dua syarat mutlak jika ingin bertahan, kedisiplinan dan transparansi.
“Disiplin dan transparansi nah Kalau dua hal ini dijaga, KKMP Toboali akan berjalan lancar.” Tegas pihak inspektorat Bangka Selatan
Deka, Plt Disperindag UMKM Bangka Selatan, memaparkan bahwa sementata ini pembangunan kantor, gudang, dan gerai koperasi sudah dilakukan di 11 titik KDMP se–Bangka Selatan.
Sementara Heri (Angew), moderator dari Disperindag, mengingatkan bahwa KKMP berbeda dari koperasi biasa. “Koperasi Merah Putih ini lebih spesial karena dibentuk langsung oleh pusat,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa percepatan pembangunan kantor dan gudang koperasi di seluruh Indonesia diatur melalui Inpres Nomor 17 Tahun 2025, termasuk pemanfaatan lahan milik TNI yang menjadi salah satu opsi nasional.







