GASH – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kerap dipersepsikan publik sebatas angka-angka triliunan rupiah dalam dokumen anggaran negara. Namun di dapur SPPG ini tampak amanah, menjelma menjadi praktik nyata yang memastikan asupan gizi generasi penerus bangsa terpenuhi secara konsisten dan bermartabat.
Di SDN 15 Toboali, manfaat program ini terasa langsung. Salah seorang wali murid mengungkapkan apresiasinya terhadap menu yang disajikan kepada anaknya, terlebih di momentum Ramadhan yang menjadikan hidangan tersebut dinantikan saat berbuka puasa.
“Menu hari ini bagus dan anak saya sangat menyukainya. Terima kasih kepada pengelola dapur SPPG,” ujarnya.
Dirinyapun memperlihatkan menu yang dibagikan terdiri dari brownies cokelat, puding buah susu, telur rebus, dan kacang telur kombinasi yang memadukan cita rasa dengan kandungan gizi seimbang.
Mendengar apresiasi dari salah seorang wali murid tersebut awak media menelusuri dapur SPPG yang dimaksud ternyata dapur tersebut terletak di desa gadung, Toboali, kabupaten Bangka Selatan, kemudian awak media melanjutkan konfirmasi kepada kepala pengelola dapur.
Kepala pengelola SPPG Gadung Toboali 001, Rizqi Alfarizi, menegaskan bahwa inovasi menu menjadi bagian dari komitmen pelayanan.
“Kami terus menghadirkan menu yang tidak hanya bergizi dan seimbang, tetapi juga disukai anak-anak. Saat ini terdapat 2.864 penerima manfaat yang kami layani setiap hari,” jelasnya. Selasa (24/02/2026) siang
Apresiasi juga disampaikan Plt. Kepala SDN 15 Toboali, Rosmala, S.Pd. Menurutnya, kualitas menu yang disajikan menunjukkan keseriusan pengelola dalam mendukung tumbuh kembang peserta didik.
“Menu hari ini alhamdulillah bagus-bagus terimakasih kepada dapur SPPG yang telah serius dalam menyajikan kualitas menu,” kata Rosmala
Dengan demikian, MBG bukan sekadar program administratif, melainkan investasi jangka panjang pada kualitas sumber daya manusia dimulai dari sepiring makanan bergizi di bangku sekolah menuju masa depan Indonesia Emas.







