GASH – Kembali menelusuri denyut kehidupan pantun di tengah masyarakat Bangka Selatan, khususnya di wilayah Habang, Toboali, tersimpan mutiara-mutiara budaya yang masih hidup dan berdenyut kuat. Salah satunya adalah pantun-pantun indah dan sarat makna karya Bang Yoelch, yang hingga kini masih aktif dituturkan dan dilantunkan oleh masyarakat.
Karya pantun Bang Yoelch bukan sekadar hiburan. Ia menyuguhkan pesan moral yang mendalam, menyentuh isu-isu sosial remaja masa kini—dari bahaya tawuran, judi online, narkoba, hingga gaya hidup tanpa arah. Dengan balutan bahasa khas Bangka Belitung, pantun-pantun ini menjadi pengingat bahwa kearifan lokal tak lekang oleh zaman, bahkan di tengah derasnya arus digitalisasi.
Menariknya, Bang Yoelch sendiri merupakan Ketua Ikatan Alumni SMANSA Toboali (Bidang Seni Budaya), yang konsisten menjaga denyut budaya daerah agar tidak tenggelam dalam modernisasi.
Yuk, GASH Kita Nikmati Pantun Karya Bang Yoelch Sambil Seduhkan Kopi di Weekend Kali Ini:
Bismillah…
Buah nangka campur sayuran,
Nek dimasak harus disiram…
Kalau ikak gelem tawuran,
Masa depan menjadi suram…
Bejudi online hiang dan malam,
Dak pakai inget agik belajar…
Nyarik bini cakep ken kalem,
Berat di ingkol dak de sejajar…
Ikot-ikot minom keratom,
Kepale peneng, gelem lah ngarau…
Urang tue ngulau macem bom atom,
Hampai-hampai suare parau…
Buah kernudek, buah kermunteng,
Pacak diulah menjadi dudol…
Pikir pendek dipadah merteng,
Akibat banyak ngentem tramadol…
Dari Kute ke Tanjung Gibang,
Pakai perahu duduk di haluan…
Yo hame hame ngembangun Habang,
Jangan makan-minum yang dak karuan…
Begaye ngekai macam lah barong,
Gaye bepuseng di tempet terang…
Jangan dipakai knalpot brong,
Bunyi biseng di bejik urang…
Batang nangka tumbo di taman,
Sinso sejajar buatlah papan…
Jadi lah ikak pemuda idaman,
Giat belajar untuk masa depan…
Menurut Gash, Karya-karya seperti ini penting untuk terus disuarakan, bukan hanya untuk hiburan, tetapi sebagai sarana refleksi dan edukasi. Pantun Bang Yoelch menyoroti realita sosial secara jenaka, namun tetap dalam koridor budaya lokal yang halus dan bijak.
Semoga semangat Bang Yoelch dalam menjaga tradisi dan budaya daerah dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Bangka Belitung bahwa di balik bait-bait pantun, tersimpan suara hati masyarakat dan petuah bijak yang tak pernah usang.
By Yoelch







