GASH – Perayaan HUT ke-50 PT TIMAH (Persero) Tbk tidak hanya menjadi momentum untuk merayakan perjalanan perusahaan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Dalam perayaan hari jadi ke-50 perusahaan, PT TIMAH kembali melibatkan UMKM mitra binaan dengan menyerap 9.600 paket produk dari 18 UMKM untuk dijadikan souvenir bagi para tamu dan peserta kegiatan.
Tak hanya menyerap produk UMKM, PT TIMAH juga memberikan ruang bagi para mitra binaan untuk memasarkan produknya secara langsung. Sejumlah tenda disiapkan sebagai area bagi UMKM untuk memperkenalkan dan menjual produk mereka kepada para tamu serta masyarakat yang hadir dalam rangkaian perayaan HUT ke-50 PT TIMAH yang mengusung tema ‘Timah untuk Rakyat’
Langkah ini menjadi salah satu bentuk nyata dukungan PT TIMAH terhadap pengembangan UMKM sekaligus upaya ikut menggerakkan perekonomian masyarakat. UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian nasional, antara lain melalui penyerapan tenaga kerja dan penguatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Bagi para pelaku UMKM, keterlibatan dalam kegiatan perusahaan juga menjadi kesempatan untuk memperluas pasar dan mengenalkan produk mereka kepada konsumen yang lebih luas.
Salah satunya dirasakan Rini Erzaliana, owner Keripik Primadona yang berada di Kampung Jawa Lama, Kelurahan Sungai Daeng, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat.
Rini merupakan salah satu UMKM mitra binaan PT TIMAH yang memproduksi beragam makanan ringan, seperti keripik pisang, ubi jalar, singkong, keladi atau talas, kentang, hingga sukun.
Dalam perayaan HUT ke-50 PT TIMAH, produk UMKM miliknya ikut diserap untuk dijadikan souvenir. Sebanyak 600 paket keripik pisang dengan varian rasa asin dan manis serta akar kelapa dipesan oleh PT TIMAH.
“Alhamdulillah, bersyukur sekali ada pesanan dari PT TIMAH. Sebelumnya juga pernah ada pesanan sekitar 780 bungkus, dan kali ini 600 paket,” kata Rini.
Menurut Rini, dukungan melalui penyerapan produk dan kesempatan mengikuti berbagai kegiatan sangat membantu UMKM untuk mempertahankan usahanya, terlebih ketika kondisi pasar tidak selalu stabil.
Ia berharap PT TIMAH semakin banyak memberikan ruang bagi UMKM untuk memasarkan produk dan memperluas jaringan pasar.
“Harapannya PT TIMAH semakin peduli dengan UMKM dan kami semakin sering diajak mengikuti pameran. Semoga ke depan produk kami bisa semakin dikenal dan dipromosikan hingga ke luar daerah,” ujarnya.
Dukungan serupa juga dirasakan Derry Yuliasta, owner Keripik Tempe Az Ziqa yang berlokasi di Singkep Air Ruay, Sungailiat, Kabupaten Bangka. Usaha keripik tempe tersebut telah dijalankan Derry hampir 10 tahun dan selama ini memasarkan produknya di sejumlah wilayah, seperti Sungailiat, Pangkalpinang, Belinyu hingga Jebus.
Pada momentum HUT ke-50 PT TIMAH, Az Ziqa mendapat pesanan sebanyak 500 pacs keripik tempe. Pesanan tersebut dikerjakan sekitar satu minggu dengan melibatkan delapan tenaga kerja.
“Tempenya kami buat sendiri. Prosesnya memang cukup panjang, sekitar tiga hari. Kalau cuaca kurang mendukung, proses fermentasi juga bisa lebih lama,” jelas Derry.
Menurutnya, kerja sama dengan PT TIMAH memberikan manfaat bagi keberlangsungan usaha sekaligus membuka peluang bagi UMKM untuk mendapatkan pasar yang lebih luas.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak produk UMKM lokal yang mendapatkan kesempatan untuk berkembang.
“Kami sangat terbantu dengan adanya kerja sama ini. Semoga ke depannya kerja sama yang baik dengan PT TIMAH bisa terus berjalan dan semakin banyak UMKM yang mendapat kesempatan,” ujarnya.
Keterlibatan UMKM dalam perayaan HUT ke-50 PT TIMAH menunjukkan bahwa perayaan hari jadi perusahaan juga menjadi momentum untuk berbagi manfaat dengan masyarakat.











