GASH – Di balik riuh ombak dan perahu yang setiap hari mengadu nasib di tengah laut, tersimpan cerita perjuangan para nelayan pesisir. Penghasilan yang tak selalu menentu membuat kebutuhan rumah tangga menjadi tantangan tersendiri.
Di tengah kondisi tersebut, kepedulian kembali hadir. Tim Bangka Selatan Hame Bergerak (BAHER) bersama perwakilan PT TIMAH kembali menyalurkan bantuan sembako sekaligus santunan kepada nelayan pinggir di wilayah Kampung Nelayan, Padang Laut Buyung, dan Padang Tengah, Bangka Selatan.
Ketua Tim BAHER, Herry Andriantoni atau akrab disapa Hayi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan penyaluran bantuan tahap kedua kepada nelayan pinggir.
“Alhamdulillah, hari ini Tim BAHER bersama perwakilan PT TIMAH kembali menyalurkan sembako sekaligus santunan kepada nelayan pinggir yang berada di wilayah Kampung Nelayan, Padang Laut Buyung, dan Padang Tengah,” kata Hayi.
Ia menjelaskan, sebelumnya pada tahap pertama, bantuan telah disalurkan kepada nelayan pinggir di wilayah Buana Bahari, Harapan Basel, dan Kampung Sukadamai.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar penyerahan bantuan, melainkan bentuk kepedulian bersama untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat yang membutuhkan.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan kebutuhan sehari-hari para nelayan dan keluarganya, sekaligus menjadi bentuk kepedulian kita bersama terhadap masyarakat pesisir,” ujarnya.
Bagi para penerima, kehadiran Tim BAHER bersama PT TIMAH bukan hanya tentang sembako dan santunan yang diterima. Lebih dari itu, ada rasa syukur ketika masyarakat pesisir merasa diperhatikan dan tidak berjalan sendiri menghadapi ketidakpastian kehidupan.
Salah seorang penerima bantuan menyampaikan apresiasinya kepada Tim BAHER dan PT TIMAH yang telah datang langsung menyapa serta memberikan bantuan kepada para nelayan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Tim BAHER dan PT TIMAH yang sudah datang langsung dan memberikan sembako serta santunan kepada kami,” ungkapnya.
Ia mengatakan, bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarga nelayan, terutama ketika penghasilan dari melaut tidak selalu dapat dipastikan.
“Bagi kami para nelayan, bantuan seperti ini sangat bermanfaat untuk membantu kebutuhan rumah tangga, terlebih penghasilan dari melaut terkadang tidak menentu,” katanya.
Rasa syukur pun disampaikan atas kepedulian yang masih hadir di tengah masyarakat pesisir.
“Kami merasa sangat terbantu dan bersyukur masih ada pihak yang peduli terhadap masyarakat nelayan di wilayah pesisir,” tuturnya.
Bagi masyarakat pesisir, laut adalah sumber penghidupan. Namun, laut juga menyimpan ketidakpastian. Ketika cuaca tak bersahabat dan hasil tangkapan tak sesuai harapan, kebutuhan keluarga tetap harus dipenuhi.
Melalui kolaborasi Tim BAHER dan PT TIMAH, kepedulian terhadap nelayan pinggir kembali diwujudkan secara nyata. Bukan sekadar hadir membawa bantuan, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa masyarakat pesisir memiliki tempat dalam perhatian dan gerakan sosial bersama.












