Ali Yugo Sang Legenda Dunia Perfilman Tanah Air, Darah sang kakek mengalir ke Cucu Andi Yugo S (DJ Jerry)

Penulis: Sonic, Sumber: Andi Yugo S

banner 468x60

GASH — Dalam lintasan panjang sejarah perfilman Nusantara, nama Ali Yugo (Ali Joego) menjadi salah satu yang tak lekang oleh waktu. Lahir di Makasar, Sulawesi Selatan, 17 Maret 1907, dan wafat pada 18 Februari 1970, sosoknya meninggalkan jejak mendalam dalam perkembangan dunia seni peran Indonesia.

Sejak kecil, perjalanan hidup Ali Yugo sudah berbeda dari kebanyakan anak pada zamannya. Masa kanak-kanaknya dihabiskan di Singapura, tempat yang kelak membentuk wawasan seni dan kedewasaannya.

banner 336x280

Saat kembali ke tanah air, ia langsung bergabung dengan rombongan sandiwara legendaris “Dardanela”, yang kala itu dipimpin A. Piedro suami dari Miss Dja, ikon seni pertunjukan era 1930–an.

Pada masa pendudukan Jepang, ketika panggung sandiwara menjadi media hiburan sekaligus ruang bertahan hidup budaya, Ali Yugo tampil sebagai pemimpin rombongan “Batu Tjinta” dan “Nusantara”. Karismanya di panggung membuat namanya cepat naik, dan dari situlah ia mulai merambah layar lebar.

Ali Yugo mulai bermain film sebelum Perang Dunia II, sebuah masa yang hanya dilalui oleh segelintir aktor yang benar-benar berpengaruh. Debutnya di film “Kartinah” (1940) menandai awal kiprahnya di industri yang saat itu masih merintis.

Kemudian ia tampil dalam deretan sejumlah film era pra-kemerdekaan kala itu seperti:

Elang Darat (1941), Putri Rimba (1942), Jula Juli Bintang Tiga (1943) dan masih banyak lagi film lainnya.

Pasca perang, ketika bangsa ini bangkit dari keterpurukan, layar perak kembali menjadi ruang berekspresi. Ali Yugo pun hadir kembali melalui film “Djauh Dimata” (1948) dan berbagai film lainnya pada era 1950-an.

Kiprahnya yang merentang dari masa kolonial, pendudukan Jepang, hingga awal era kemerdekaan menjadikan Ali Yugo salah satu saksi sejarah dunia perfilman Indonesia.

Menariknya, darah seni itu tidak berhenti pada dirinya. Kini, bakat dari sang legenda mengalir kepada cucunya, Andi Yugo S, sosok yang dikenal luas di dunia hiburan modern sebagai DJ Jerry, lahir di Jakarta pada Juni 1983. Ia lebih memilih menempuh ke profesi jalur seni music hiburan Yakni menjadi sebagai seorang discjokey (DJ).

Dari panggung sandiwara klasik hingga turntable era digital, perjalanan keluarga ini menunjukkan bahwa seni adalah warisan yang terus hidup, mengalir, dan berkembang mengikuti zaman.

 

Sonic nama panggilan yang merupakan Wartawan gashnews.com pada saat berbincang dengan Jerry yakni sahabat lamanya sendiri mencatat, sosok seperti Ali Yugo bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi juga fondasi bagi tumbuhnya seni peran Indonesia. Ia adalah generasi emas yang menjadi saksi sekaligus pelaku penting dalam transformasi hiburan Nusantara.

Dari Makassar, Singapura, panggung sandiwara, hingga layar perak jejaknya tetap menjadi inspirasi bagi dunia perfilman hari ini. Nama yang tak pernah pudar, legenda yang tetap hidup dalam ingatan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *