GASH – Budidaya Sawi pakcoy dengan metode hidroponik sumbu merupakan langkah yang tepat dikembangkan kelompok masyarakat di Kelurahan Lesung Batang, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, mulai menunjukkan hasil yang menjanjikan.
Dengan memanfaatkan instalasi metode hidroponik berukuran sekitar 2 x 8 meter, kelompok tersebut mampu menghasilkan puluhan kilogram sawi pakcoy dalam setiap kali panen.
Ketua kelompok, Sulis, mengatakan usaha budidaya hidroponik tersebut bermula dari pelatihan yang diperoleh melalui program pemberdayaan kelurahan. Dengan modal awal sekitar Rp3 juta, kegiatan tersebut kini telah berjalan selama beberapa bulan dan berhasil melakukan panen beberapa kali.
“Alhamdulillah, dari modal awal sekitar Rp3 juta, kami sudah beberapa kali panen. Hasilnya cukup menjanjikan dan bisa menghasilkan jutaan rupiah setiap bulan,” ujar Sulis. Jum’at, 4 September 2026.
Sulis juga membeberkan, harga jual sawi pakcoy hasil panen kelompoknya cukup bervariasi, berkisar antara Rp15.000 hingga Rp20.000 per kilogram.
“Untuk harga jual bervariasi, tergantung kualitas sawi pakcoy dan harga pasaran di lapangan,” bebernya.
Menurutnya, budidaya hidroponik tersebut tidak hanya menjadi kegiatan produktif bagi kelompok, tetapi juga berpotensi dikembangkan sebagai usaha home industry yang berkelanjutan. Sulis berharap dukungan pemerintah daerah dapat terus diberikan, khususnya dengan penambahan unit instalasi hidroponik. Dengan begitu, kapasitas produksi dapat meningkat dan usaha kelompok bisa berkembang lebih besar.
“Kami berharap kegiatan ini bisa terus berkelanjutan. Kalau ada tambahan instalasi, tentunya produksi bisa meningkat dan manfaatnya juga semakin besar bagi kelompok,” harapnya.
Ia menambahkan, budidaya hidroponik menjadi salah satu peluang usaha yang dapat dikembangkan masyarakat dengan memanfaatkan lahan terbatas, namun tetap mampu menghasilkan produk pertanian bernilai ekonomi.













