Oknum Pol PP Kabupaten Bangka Disorot Usai Insiden di Mes Isba Putra Yogya

Sony

banner 468x60

GASH – Harapan seorang remaja asal Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, untuk menimba ilmu dan menjadi putra terbaik bangsa justru ternoda oleh peristiwa yang diduga melibatkan oknum pejabat penegak perda Kabupaten Bangka.

Seorang mahasiswa Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), Dhaifu Alafta Azmi Amrullah, mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan hingga dugaan kekerasan fisik oleh (IY) oknum Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

banner 336x280

Dhaifu, yang juga putra dari tokoh pemuda Toboali, menceritakan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Kamis sore, 18 Desember 2025, sekitar jam 6 lewat WIB, di lingkungan asrama tempatnya tinggal di Yogyakarta.

Menurut pengakuannya, oknum PLT Kasat Pol PP tersebut tiba-tiba mendatangi asrama dan berkeliling dari satu kamar ke kamar lain, diduga sedang mencari dirinya. Tanpa pemberitahuan dan tanpa penjelasan yang jelas, oknum tersebut disebut langsung masuk ke kamar Dhaifu.

“Dia masuk kamar, langsung tanya saya orang mana, teman saya juga ditanya. Kami jawab dari Toboali,” ujar Dhaifu.

Situasi yang awalnya berupa pertanyaan singkat, kata Dhaifu, mendadak berubah menjadi tegang. Saat ia mencoba menanyakan maksud kedatangan oknum tersebut, justru mendapat respons bernada tinggi.

“Saya tanya ada apa bang, tapi malah dijawab mau sidak. Tiba-tiba dia marah, buka rompi, langsung nabok saya, saya dicekik di sudut. Handphone dan laptop saya juga hampir diinjak,” ungkapnya dengan nada terguncang.

Peristiwa tersebut, lanjut Dhaifu, disaksikan langsung oleh dua rekannya, Ario dan Ahmad Suwanda. Bahkan, salah satu temannya diminta keluar kamar dan pintu ditutup oleh diduga merupakan anak buah oknum tersebut.

“Wanda disuruh keluar, pintu kamar ditutup,” tambahnya.

Kabar dugaan kekerasan ini pun memicu reaksi keras dari orang tua korban. Dede Adam, ayah Dhaifu, meluapkan kemarahannya melalui unggahan di akun Facebook pribadinya. Dalam unggahan tersebut, ia secara terbuka menyebut nama oknum yang diduga terlibat.

“Hebat bung (IY) Pol PP Bangka induk, sudah terobos kamar anak ISBA Jogja, kebetulan itu anak ku, tanpa sepatah kata pun langsung main tendang dan main pukul,” tulis Dede Adam.

Ia menegaskan sebagai orang tua yang tidak pernah mendidik anak dengan kekerasan, dirinya tidak dapat menerima perlakuan tersebut, terlebih jika dilakukan oleh oknum pejabat yang seharusnya menjadi teladan dalam penegakan aturan dan etika.

Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan serius tentang batas kewenangan, etika, serta profesionalisme aparat, khususnya ketika tindakan tersebut diduga terjadi di luar wilayah tugas dan tanpa dasar hukum yang jelas.

Atas peristiwa ini, Dhaifu Alafta Azmi Amrullah telah melakukan visum dan kemungkinan akan berlanjut ke arah yang lebih serius.

Hingga berita ini diterbitkan, wartawan GASH masih terus berupaya mengkonfirmasi pihak terkait, termasuk oknum PLT Kasat Pol PP Kabupaten Bangka dan instansi berwenang lainnya, guna memperoleh klarifikasi dan menjaga keberimbangan informasi.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *