GASH – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan (Pemkab Basel) melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam program Voluntary Counseling and Testing (VCT) guna mendeteksi secara dini infeksi HIV-AIDS.
“Program ini ditujukan khususnya kepada kelompok masyarakat berisiko tinggi, untuk memperluas cakupan deteksi dan mencegah penyebaran virus,” ujar Kepala DKPPKB Basel, dr. Agus Pranawa, Selasa (15/7/2025).
Agus menjelaskan, Pemkab Basel saat ini menyediakan layanan pemeriksaan HIV-AIDS dan infeksi menular seksual secara gratis di sepuluh puskesmas dan dua rumah sakit. Ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menekan angka penularan HIV-AIDS di wilayah tersebut.
“Hingga kini, tercatat 52 kasus HIV di Bangka Selatan, dengan enam kasus terbaru pada tahun 2025. Angka ini kami ibaratkan sebagai fenomena gunung es, karena kemungkinan besar masih banyak kasus yang belum terdeteksi,” jelas Agus.
Menurutnya, hanya sebagian kecil penderita HIV yang teridentifikasi melalui pemeriksaan medis. Sisanya, masih tersembunyi dan berisiko menularkan virus tanpa disadari.
DKPPKB rutin melakukan skrining terhadap kelompok rentan seperti ibu hamil, pekerja seks (WPS), dan pengguna narkotika suntik yang kerap berpindah tempat. Namun, Agus mengakui ada kendala besar dalam menjangkau komunitas tertutup seperti kelompok LGBT.
“Tes HIV pada komunitas LGBT masih sulit dilakukan karena sifatnya yang tertutup. Ini menjadi tantangan kami di lapangan, karena mereka termasuk kelompok dengan risiko tinggi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa tes VCT bersifat sukarela dan rahasia, serta memberikan pemahaman yang jelas tentang manfaat pencegahan dan penanganan HIV-AIDS. Sosialisasi yang informatif juga diharapkan dapat mengurangi stigma dan ketakutan terhadap tes HIV.
“Penularan HIV juga bisa terjadi dari ibu ke anak, baik selama kehamilan, persalinan, maupun menyusui. Tapi dengan pengobatan yang tepat, risiko itu bisa ditekan. Oleh karena itu, penting menjaga kerahasiaan dan privasi peserta VCT agar masyarakat mau memeriksakan diri,” tambah Agus.
Ia berharap, semakin banyak masyarakat yang sadar dan bersedia menjalani VCT, sehingga upaya pencegahan dan penanganan HIV-AIDS bisa lebih efektif.
“Target kita adalah menekan jumlah kasus HIV agar tidak terus bertambah tiap tahun. Upaya promotif dan preventif sudah dilakukan maksimal, tapi ini tetap menjadi PR besar bersama,” tutupnya.







