Gash – Sayup sayup angin menghembus di iring gerimis malam saat purnama mulai bertahta, Lolongan anjing anjing liar menambah suasana mencekam malam itu.
Dengan baju yang telah basah di dera sang gerimis, Mang Murek mempercepat langkah kaki nya memasuki area pemakaman yang terletak di persimpangan tiga membatasi wilayah dua perkampungan.
Dengan meratap lewat kata kata yang biasa, Mang Murek berbalik meninggalkan pemakaman dengan rasa lega telah menyelesaikan kan tugas nya, Karena beberapa hari ini setiap malam menjelang saat azan maghrib berkumandang, Mang Murek selalu di datangi sesosok mahluk halus berupa “pocong” dengan kain kafan berlumur tanah dan darah.
Dengan menggunakan jari kelingking yang di kaitkan pada kain kafan, Mang Murek menggandeng sosok mahluk halus berupa pocong itu yang sudah bergentanyangan semenjak seminggu yang lalu hingga pada waktu yang tepat.
Di malam Jum’at, Mang Murek mengantar kan pocong ke pemakaman sebagai seseorang yang sudah terbiasa mengantar kan sosok pocong hingga kampung tersebut menjadi tenang kembali.
Di kisahkan saat penulis masih bermukim pada satu desa di wilayah suatu desa, Jarak rumah penulis dengan Mang Murek tidak lebih dari 100 meter dan memang di ketahui bahwa, Mang Murek yang berpenampilan biasa biasa saja sering melakukan hal tersebut.
Apapun yang di ceritakan oleh orang-orang tentang pocong (Antu Bangkit) maka, saat mang Murek mengatakan bahwa tidak ada pocong atau yang Bangkit dari kubur bergentayangan, Sudah di pasti kan tidak ada sebab jika ada yang mati bangkit sudah tentu akan menemui beliau untuk di antar kan ke tempat yang selayaknya yaitu perkuburan.
Entah dari mana asal usul hingga mang Murek selalu di datangi pocong itu untuk di antarkan ke tempat yang layak hingga beliau menghembus kan nafas terakhir beberapa tahun silam. Beliau tidak pernah bercerita dan bungkam tentang hal itu sebab niatnya hanyalah membantu sang pocong dan membuat warga tenang kembali.
Setiap manusia telah di berikan kelebihan masing-masing oleh sang pencipta hingga untuk melihat bentuk dan rupa pocong atau “Antu Bangkit” atau hantu bangkit tidak semua indra penglihatan manusia mampu menembus rupa dan bentuk yang sesungguhnya hanya manusia-manusia pilihan yang mempunyai kelebihan lah mengetahui hal tersebut.
Namun, Jika Allah berkehendak tiada sulit bagi-Nya untuk membuka mata bathin seseorang hingga mampu untuk melakukan hal hal di luar nalar dan pikiran manusia.
Walahualam bissawaf, Apa yang terjadi tak lepas dari kuasa Allah SWT sebagai pencipta alam semesta beserta isinya, Begitu pula apa pun kehendak Nya pasti terjadi atas izin Nya.
Penulis: Yoelch
Editor: Sonic Djokers





