GASH – Perselisihan dugaan sengketa lahan perkebunan kelapa sawit antara Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Jeriji dengan PT Fenyen Agro Lestari (FAL) menuai polimik hingga berujung ramai.
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan dijadwalkan memfasilitasi pertemuan mediasi kedua belah pihak pada Rabu, 20 Mei 2026 pukul 13.00 WIB di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan, kawasan Perkantoran Terpadu Gunung Namak, Toboali.
Salah satu warga Desa Jeriji berinisial AI, yang dikenal sebagai seorang haji di wilayah tersebut, menyampaikan bahwa masyarakat siap memperjuangkan hak atas tanah yang disebut sebagai lahan leluhur mereka.
“Besok jam 1 siang ada pertemuan di kantor bupati antara masyarakat Desa Jeriji dengan PT FAL. Kami berharap ada keadilan untuk warga,” ujarnya, Selasa, (19/5/2026).
Undangan resmi terkait agenda tersebut diterbitkan oleh Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Selatan melalui surat bernomor 600/57/DPUPR/2026 yang bersifat penting. Surat itu ditandatangani Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Hefi Nuranda.
Dalam isi surat disebutkan, pertemuan digelar sehubungan dengan terjadinya perselisihan antara Gapoktan Fraksi Jeriji dengan PT Fenyen Agro Lestari (FAL) terkait sengketa lahan perkebunan kelapa sawit. Pemerintah daerah meminta seluruh pihak yang diundang untuk hadir tepat waktu dan tidak diwakilkan mengingat pentingnya agenda tersebut.
Sejumlah pejabat daerah dan pihak terkait turut dijadwalkan hadir dalam rapat tersebut. Di antaranya Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan Setda Basel, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala DPMPTSP, Kepala Dinas PMD, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Kepala Satpol PP, Tim Inventarisasi dan Identifikasi Permasalahan Lahan, Kabag Hukum Setda Basel, hingga Camat Toboali.
Selain unsur pemerintah, rapat juga akan dihadiri Kepala Desa Jeriji, BPD Desa Jeriji, perwakilan Gapoktan Desa Jeriji, kepala dusun dan ketua RT di lokasi sengketa, serta pimpinan PT Fenyen Agro Lestari (FAL).
Masyarakat berharap pertemuan tersebut dapat menghasilkan solusi yang adil dan menjadi titik terang penyelesaian sengketa lahan yang hingga kini masih menuai perhatian warga Desa Jeriji.







