Desa Tukak Jadi Percontohan Nasional SPBUN Nelayan Berbasis Koperasi

Sony

banner 468x60

GASH – Menteri Koperasi dan UKM Ferry Joko Yuliantono bersama Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Didit Herdiawan Ashaf melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) di Desa Tukak, Kecamatan Tukak Sadai, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (19/12).

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Koperasi dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. SPBUN ini nantinya akan dikelola sebagai unit usaha Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Tukak dan menjadi yang pertama sekaligus diproyeksikan sebagai percontohan nasional.

banner 336x280

“Alhamdulillah, Kementerian Koperasi dan Kementerian Kelautan dan Perikanan hari ini telah melakukan MoU sekaligus ground breaking pembangunan SPBUN solar untuk nelayan yang pengelolaannya dipercayakan kepada Koperasi Desa Merah Putih Desa Tukak,” ujar Menteri Ferry usai kegiatan.

Menurut Ferry, keberadaan SPBUN ini merupakan bagian dari upaya memperkuat peran koperasi desa, khususnya di wilayah pesisir, agar memiliki unit usaha strategis yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat nelayan dan petambak.

Pembangunan dan operasional SPBUN tersebut turut didukung oleh PT Pertamina Patra Niaga yang akan berperan dalam penyediaan pasokan BBM, produk pelumas, serta pendampingan usaha agar koperasi mampu dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

“Dukungan pemerintah daerah juga sangat luar biasa. Mudah-mudahan ini menjadi model koperasi desa yang mampu mengelola kebutuhan masyarakat pesisir. Kolaborasi ini adalah kerja sama antara Kementerian Koperasi, KKP, dan Pertamina,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa program ini sejalan dengan pesan Presiden Republik Indonesia terkait Pasal 33 UUD 1945, di mana perekonomian nasional disusun berdasarkan asas kekeluargaan dan kebersamaan.
“Negara hadir, dan ini adalah bagian dari kebersamaan kita. Harapannya manfaat dan dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Menteri KKP Didit Herdiawan Ashaf menyampaikan bahwa konsep Kampung Nelayan Merah Putih akan disinergikan dengan Koperasi Desa Merah Putih, salah satunya melalui pengelolaan SPBUN seperti yang dibangun di Desa Tukak.

“Kami menargetkan pembangunan 1.000 Kampung Nelayan pada tahun 2026. SPBUN menjadi bagian penting dari ekosistem tersebut, dan anggarannya sudah disiapkan melalui koperasi,” jelas Didit.

Ia menambahkan, dalam satu kampung nelayan akan disalurkan berbagai bantuan, mulai dari kapal nelayan berukuran 3 GT untuk kegiatan one day fishing hingga dukungan sarana produksi lainnya.

“Ini bentuk kolaborasi dari hulu ke hilir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat. Ke depan juga akan dikawinkan dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut,” pungkasnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *