GASH – Sudah lima hari terakhir, pelayanan UPT Pengelolaan Air Minum (PAM) khususnya SPAM Desa Rindik Kabupaten Bangka Selatan mengalami gangguan distribusi yang mengakibatkan aliran air ke rumah-rumah pelanggan terhenti.
Kondisi ini memicu keluhan luas dari masyarakat yang merasa hak dasar mereka sebagai konsumen terabaikan.
Air bersih yang seharusnya menjadi kebutuhan primer justru berubah menjadi barang langka bagi sebagian warga.
Ironisnya, di tengah tuntutan peningkatan kualitas pelayanan publik, masyarakat masih harus berjibaku menghadapi persoalan berupa macetnya distribusi air yang berlangsung berhari-hari tanpa kepastian penyelesaian.
Salah seorang pelanggan mengaku kecewa lantaran hingga kini selama lima hari belum mendapatkan pasokan air sebagaimana mestinya.
“Sudah lima hari kak air gak jalan apalagi baru saja masuk musim panas, Lambat nian ( Lambat bener ) penanganan nya dulu gak lama sewaktu jaman Hengky,” Ucap salah seorang konsumen Selasa 2 Juni 2026
Sebelumnya, jabatan Kepala UPT Pengelolaan Air Minum (PAM) Bangka Selatan diemban oleh Hengky Patrio. Saat ini, posisi tersebut telah dipercayakan kepada Siswoyo yang sebelumnya dikenal sebagai Lurah Teladan.
Tim redaksi Gashnews.com telah berupaya menghubungi Siswoyo guna meminta konfirmasi terkait persoalan yang terjadi. Namun hingga berita ini diterbitkan, nomor kontak yang bersangkutan tidak dapat dihubungi semenjak ia masih menjabat sebagai lurah teladan. Bahkan, muncul dugaan nomor wartawan Gashnews.com telah diblokir, sehingga upaya konfirmasi belum membuahkan hasil.
Perlu di ingat, Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid sudah mengingatkan apabila pejabat tidak becus dalam layani masyarakat akan segera di tindak dengan tegas.
Untuk menjaga keberimbangan informasi, redaksi berhasil mengutip stagemen Siswoyo dari laman Facebook resmi Milik UPT PAM Bangka Selatan.
“Assalamualaikum mohon maaf kepada masyarakat Toboali, Bangka Selatan kami ada perbaikan mesin PAM yang terbakar di desa rindik,” ucap Siswoyo dalam unggahan di Facebook UPT-PAM Bangka Selatan , Senin 1 Juni 2026
Dalam perspektif pelayanan publik modern, akses terhadap air bersih bukan sekadar layanan, melainkan hak dasar warga negara yang wajib dijamin keberlangsungannya. Karena itu, gangguan yang terjadi selama lima hari berturut-turut patut menjadi perhatian serius dan dievaluasi secara menyeluruh agar tidak terus berulang.
Hingga berita ini diterbitkan, pelanggan masih menunggu normalisasi pasokan air, sementara kebutuhan sehari-hari terpaksa dipenuhi dengan berbagai cara alternatif yang tentunya menambah beban dan pengeluaran masyarakat.







