GASH – Kepedulian tak selalu hadir dalam pidato panjang, terkadang ia datang dalam bentuk sederhana yang mampu mengubah harapan seseorang. Itulah yang tergambar dari langkah nyata Tim Baher bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Selatan saat menyalurkan Bantuan Pendidikan untuk Anak Yatim Pesisir di Kelurahan Tanjung Ketapang.
Seorang anak yatim bernama Rani menjadi saksi kepedulian tersebut. Dengan wajah polos penuh harap, Rani menerima sebuah sepeda yang diharapkan dapat memudahkannya menempuh perjalanan menuju sekolah dan mengejar cita-cita.
“Alhamdulillah, hari ini kami Tim Baher bersama Pemda Bangka Selatan yang diwakili langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Lurah Tanjung Ketapang hadir untuk menyalurkan bantuan pendidikan kepada anak yatim pesisir,” ujar Hayi, Ketua Tim Baher, penuh rasa syukur. Rabu, 4 Februari 2026
Hayi menyampaikan harapan agar ini menjadi penyemangat, memberi manfaat, serta membawa keberkahan bagi semua.
“Semoga hal ini menjadi keberkahan bagi kita semua. Terutama, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Bangka Selatan atas dukungan dan kebersamaannya.” Harap Hayi
Tak berhenti di situ, Kepala Dinas Pendidikan Bangka Selatan juga menyerahkan perlengkapan sekolah kepada Rani, sebagai bentuk dukungan agar semangat belajarnya terus tumbuh di tengah keterbatasan.
Kepedulian Tim Baher dan Pemda Bangka Selatan pun merambah ke sisi lain kehidupan keluarga Rani. Ibu Saimah, yang selama ini menjalankan usaha cuci secara manual demi menyambung hidup, menerima satu unit mesin cuci untuk menunjang usaha produktifnya agar lebih layak dan manusiawi.
Selain itu, perhatian juga diberikan kepada Ibu Aisah, yang telah lama menderita sakit menahun. Bantuan sembako dan santunan diserahkan sebagai upaya meringankan beban Ibu Saimah yang setia merawatnya tanpa lelah.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial bukan sekadar wacana, melainkan tindakan nyata yang mampu menguatkan mereka yang selama ini bertahan dalam sunyi. Tim Baher dan Pemda Bangka Selatan menunjukkan bahwa berbagi bukan tentang seberapa besar, melainkan seberapa tulus.







