GASH – Dugaan pencemaran lingkungan akibat limbah tambak udang yang disebut-sebut memicu aroma busuk di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Desa Pasir Putih, Kecamatan Tukak Sadai, Kabupaten Bangka Selatan, kini memasuki tahap pendalaman oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka Selatan.
Menindaklanjuti laporan masyarakat, tim gabungan yang terdiri dari DLH Kabupaten Bangka Selatan telah turun langsung ke lokasi pada Senin (6/7/2026) untuk melakukan peninjauan lapangan dan mengumpulkan berbagai data.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka Selatan, Agung, menyampaikan apresiasi atas kepedulian masyarakat yang telah melaporkan dugaan pencemaran tersebut.
“Menindaklanjuti peninjauan lapangan yang telah dilakukan pada Senin, 6 Juli 2026, tim DLH saat ini sedang melakukan pendalaman terhadap hasil temuan di lapangan. Beberapa langkah yang sedang dilakukan antara lain verifikasi kondisi lokasi, pengumpulan data dan informasi, serta evaluasi terhadap dugaan sumber pencemaran,” Kata agung
Menurutnya, hingga saat ini hasil pemeriksaan lapangan masih dalam proses pengolahan sehingga pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab pasti munculnya bau menyengat yang dikeluhkan warga.
“Kita tunggu dulu hasil dari kawan-kawan di lapangan. Kemarin masih diolah,” ujarnya.
Agung menegaskan, apabila hasil pemeriksaan nantinya membuktikan adanya pelanggaran terhadap ketentuan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, maka DLH akan mengambil langkah sesuai aturan yang berlaku.
“Apabila dari hasil pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran terhadap ketentuan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, tentu akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.
Ia juga memastikan proses penanganan kasus ini dilakukan secara profesional, terbuka, dan berdasarkan hasil kajian ilmiah.
“Insyaallah kami berkomitmen menangani persoalan ini secara profesional, transparan, dan berdasarkan bukti ilmiah,” tutup Agung.
Sebelumnya, warga Desa Pasir Putih mengeluhkan aroma busuk yang diduga berasal dari limbah tambak udang yang mengalir ke DAS. Dugaan tersebut kini masih dalam tahap investigasi oleh tim DLH, sehingga penyebab pasti pencemaran masih menunggu hasil pemeriksaan resmi.







