GASH – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bangka Selatan, Benny Supratama, S.STP., M.Si., mewakili Bupati Bangka Selatan, H. Riza Herdavid, S.T., M.Tr.IP., mendampingi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Dr. (HC) Hidayat Arsani, S.E., meninjau langsung kondisi Pelabuhan Penyeberangan Sadai, Kecamatan Tukak Sadai, Selasa (23/6/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan menyusul amblasnya Ramp MB (Moveable Bridge) atau jembatan bergerak yang berfungsi sebagai penghubung antara dermaga dan kapal penyeberangan pada Senin (22/6/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Akibat kejadian tersebut, aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Sadai untuk sementara dihentikan guna menjamin keselamatan pengguna jasa serta mendukung proses penanganan dan perbaikan.
Dalam keterangannya, Benny Supratama menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemantauan awal, kerusakan yang terjadi diduga dipengaruhi faktor alam. Kondisi konstruksi yang telah berusia cukup lama diperparah oleh korosi akibat paparan air laut dalam jangka waktu yang panjang.
“Hari ini kami bersama Bapak Gubernur telah meninjau secara langsung kondisi terkini terkait amblasnya Ramp MB di Pelabuhan Sadai. Sebagaimana telah disampaikan sebelumnya, khusus untuk satu perjalanan yang telah memiliki perizinan dan muatan yang harus segera diseberangkan, Bapak Gubernur mengarahkan agar penyeberangan dapat dilaksanakan satu kali dengan berkoordinasi bersama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) selaku operator layanan penyeberangan,” ujar Benny.
Menurutnya, pelaksanaan penyeberangan tersebut dilakukan berdasarkan pertimbangan teknis dan persetujuan Syahbandar, yakni pejabat pemerintah yang berwenang dalam pengawasan keselamatan dan keamanan pelayaran di pelabuhan, serta dengan penerapan langkah-langkah penanganan tambahan guna memastikan keselamatan pelayaran tetap terjaga.
Ia menambahkan, setelah pelayaran tersebut dilaksanakan, pelayanan penyeberangan untuk sementara dihentikan hingga proses perbaikan Ramp MB selesai dilakukan.
“Untuk pelayanan penyeberangan selanjutnya, sementara waktu dihentikan sampai proses rehabilitasi Ramp MB selesai dilaksanakan. Kami berharap pihak pemilik maupun operator kapal dapat mengalihkan pelayanan operasional ke pelabuhan alternatif lainnya yang memungkinkan, tentunya setelah memperoleh izin dari instansi terkait dan sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Lebih lanjut, Benny menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan telah bergerak cepat dengan mengalokasikan anggaran sekitar Rp1 miliar untuk mendukung pelaksanaan rehabilitasi fasilitas penyeberangan tersebut. Proyek perbaikan ini merupakan bagian dari program kerja tahun berjalan di sektor perhubungan.
Saat ini, proses perencanaan teknis rehabilitasi telah memasuki tahap akhir dan segera disiapkan menuju proses lelang pekerjaan fisik. Dokumen perencanaan ditargetkan dapat segera rampung agar tahapan pengadaan dapat segera dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia menegaskan bahwa percepatan ini dilakukan sebagai upaya memastikan layanan transportasi penyeberangan dapat segera pulih dan kembali beroperasi normal.
Selain itu, pemerintah juga membuka peluang pemanfaatan pelabuhan lain sebagai alternatif pelayanan penyeberangan selama proses perbaikan berlangsung. Salah satu opsi yang sedang dikaji adalah Pelabuhan Tanjung Ru atau Pelabuhan Pangkalbalam. Namun demikian, pemanfaatan pelabuhan tersebut tetap menjadi kewenangan pemilik aset, yaitu Kementerian Perhubungan melalui Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP).
“Pihak ASDP akan mengajukan permohonan izin kepada KUPP serta melakukan paparan teknis dan uji coba operasional terlebih dahulu untuk memastikan kelayakan penggunaan pelabuhan tersebut. Apabila memungkinkan, pemanfaatan pelabuhan alternatif ini diharapkan dapat memperpendek jarak tempuh menuju Belitung sekaligus mendukung kelancaran layanan penyeberangan,” katanya.
Untuk mempercepat penanganan, proses finalisasi perencanaan saat ini tengah diselesaikan. Tahap lelang pekerjaan ditargetkan mulai dilaksanakan pada pekan depan dan diperkirakan berlangsung selama 21 hari. Setelah itu akan dilanjutkan dengan pekerjaan konstruksi yang ditargetkan selesai dalam waktu sekitar 30 hari atau satu bulan.
“Minggu depan rencananya memasuki tahap lelang. Dengan memperhitungkan seluruh tahapan, mulai dari proses lelang hingga pelaksanaan konstruksi, perbaikan Ramp MB diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua bulan sampai dapat kembali beroperasi secara normal. Untuk sementara, Pelabuhan Penyeberangan Sadai ditutup hingga proses rehabilitasi selesai dilaksanakan,” pungkas Benny.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait guna mempercepat pemulihan layanan penyeberangan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan konektivitas transportasi masyarakat dan distribusi logistik tetap terjaga, dengan tetap mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kelancaran pelayaran.













