GASH – Kabar yang beredar di tengah masyarakat terkait dugaan penyajian potongan ayam mentah dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan (Basel), memicu sorotan dan kritik dari berbagai pihak.
Isu tersebut mencuat setelah unggahan akun Facebook milik Mehoa, anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang menyoroti kualitas makanan yang diterima para siswa penerima manfaat.
“MBG Pulau Besar, kasihan anak-anak makan mentah,” tulis Mehoa dalam unggahannya di media sosial.
Unggahan tersebut sontak memantik reaksi publik. Program yang digagas pemerintah pusat untuk meningkatkan asupan gizi dan kualitas kesehatan anak-anak itu justru dipertanyakan implementasinya apabila dugaan penyajian makanan yang belum matang benar terjadi.
Sejumlah pihak menilai, apabila makanan yang disajikan memang belum matang sempurna, kondisi tersebut bukan hanya mengurangi nilai gizi yang seharusnya diterima peserta didik, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi penerima manfaat.
Mendapat informasi tersebut, wartawan berupaya melakukan konfirmasi kepada Marda selaku Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Bangka Selatan. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan maupun klarifikasi resmi.
Minimnya penjelasan dari pihak terkait justru memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Publik berharap adanya keterbukaan informasi agar persoalan ini tidak berkembang menjadi polemik yang lebih luas.
“Kalau memang ada kejadian seperti itu, seharusnya pihak Korwil BGN Bangka Selatan segera memberikan penjelasan secara terbuka. Jangan sampai akhirnya menimbulkan kegaduhan,” ujar seorang warga Bangka Selatan yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Sabtu 6 Juni 2026
Transparansi dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pelaksanaan Program MBG yang menggunakan anggaran negara dan menyasar kebutuhan dasar anak-anak.
Hingga berita ini diturunkan, Marda Korwil BGN Bangka Selatan belum memberikan hak jawab maupun penjelasan resmi terkait dugaan tersebut.













