Mangrove Tumbuh Sawit, Kades Kumbung Akui Sudah Hubungi PT SNS, Begini penjelasan pihak PT

Sony

banner 468x60

GASH – Aktivitas alat berat di kawasan hutan mangrove Desa Kumbung, Kecamatan Lepar, Kabupaten Bangka Selatan, menuai sorotan publik. Video yang diunggah akun TikTok @1.super.2 pada 13 Desember 2025 memperlihatkan satu unit alat berat beroperasi di area rawa pesisir yang diduga kawasan mangrove.

Dalam rekaman tersebut, tampak dugaan pengerukan atau pembukaan lahan di dekat bibir pantai, memicu kekhawatiran warga terhadap rusaknya ekosistem mangrove yang menjadi benteng alami pesisir.

banner 336x280

Kepala Desa Kumbung, Arpan, mengaku awalnya tidak mengetahui aktivitas tersebut. Namun setelah mendapat laporan warga, ia menghubungi pihak PT Swarna Nusa Sentosa (SNS) lewat sambungan telpon seluler. Menurut Arpan, perusahaan menyatakan kegiatan itu hanya untuk memperbaiki tanggul yang rusak. Meski demikian, Arpan berjanji akan meninjau langsung ke lokasi guna memastikan kondisi sebenarnya.

Pernyataan tersebut dinilai bertolak belakang dengan visual video yang beredar pada tanggal 13 Desember 2025. Perekam video menyebut lokasi itu merupakan kawasan mangrove yang kini rusak, dengan aktivitas alat berat masih berlangsung sekitar 50 meter dari bibir pantai. Warga pun mengeluhkan dampak kerusakan mangrove terhadap mata pencaharian mereka.

Sementara itu, perwakilan PT SNS, Tito Napitupulu, membantah adanya pengerukan mangrove. Ia menegaskan aktivitas tersebut merupakan perbaikan tanggul untuk mencegah banjir rob, Senin (15/12/2025).

“Pihak pt sns memperbaiki tanggul yang jebol agar hutan manggrove tidak kenak banjir rob,” Jelas Tito Napitupulu, Senin, 15/12/2025

Terkait hal ini, Tim redaksi akan terus memantau perkembangan dan menunggu hasil peninjauan langsung dari Kepala Desa Kumbung Arpan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *