Tanggapi Keluhan Warga Desa Pasir Putih, DPRD Basel Minta OPD Kumpulkan Perusahaan Tambak Udang

Sony

banner 468x60

GASH – Bau busuk menyengat yang sudah berlangsung lama menghantui warga Desa Pasir Putih, Kabupaten Bangka Selatan, akhirnya Wakil Ketua DPRD Bangka Selatan, H Kamarudin turun langsung ke lapangan meninjau langsung lokasi yang diduga menjadi sumber pencemaran lingkungan bersama BPD setempat Tomo, Nelayan dan warga, serta aktivis Bangka Selatan Muhammad Rosidi. Kamis sore (22/1/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan menyusul keluhan warga yang selama ini merasa persoalan lingkungan di wilayah mereka tak kunjung mendapat penanganan serius hingga berujung viral di media sosial.

banner 336x280

Aroma menyengat yang diduga berasal dari limbah tambak udang bukan hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga memicu kekhawatiran akan dampak kesehatan dan kerusakan ekosistem.

Usai meninjau aliran sungai, H Kamarudin mengakui masih adanya sistem pengelolaan limbah yang bermasalah. Ia secara tegas meminta seluruh perusahaan tambak udang yang membuang limbah ke sungai tersebut agar segera melakukan perbaikan menyeluruh pada sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

“Memang masih ada yang harus diperbaiki. Kami berharap perusahaan segera membenahi sistem IPAL-nya, sehingga air yang dibuang benar-benar sudah bersih dan tidak mencemari lingkungan,” tegas H. Kamarudin.

Saat disinggung soal sanksi atas temuan warga dan perangkat desa, Kamarudin menekankan pentingnya peringatan keras dan penegakan aturan agar persoalan ini tidak terus berlarut.

“Harapan kita kepada pemerintah daerah dan OPD terkait agar sekiranya dapat dikumpulkan seluruh pengusaha tambak udang untuk menerapkan atau menerapkan IPAL yang sebenarnya dan kita berikan peringatan sesuai dengan aturan yang berlaku, supaya ekosistem yang ada di laut ini tidak terganggu,” Tegas H Kamarudin

Di lokasi, rombongan menemukan indikasi kuat adanya aliran limbah tambak udang yang bermuara langsung ke Daerah Aliran Sungai (DAS). Temuan ini memperkuat dugaan bahwa pencemaran telah berlangsung cukup lama, tanpa pengawasan dan tindakan tegas dari pihak berwenang.

Warga setempat mengungkapkan kondisi sungai saat ini sangat jauh berbeda dibandingkan sebelumnya. Sungai yang dulu menjadi tempat sandar perahu dan kaya akan biota laut kini tampak memprihatinkan bahkan bisa menyebabkan gatal-gatal.

“Dulu sungai ini banyak ikan, kepiting, udang, bahkan plankton. Sekarang hampir tidak ada lagi. Kepiting yang masih ada pun dagingnya berubah menjadi hitam apalagi jika terkena langsung air kulit jadi gatal-gatal,” ungkap salah seorang warga.

Kondisi ini Jika dibiarkan, pencemaran lingkungan di Desa Pasir Putih dikhawatirkan akan meninggalkan kerusakan secara permanen bagi ekosistem.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *