Tak Tahan Bau Busuk, Warga Desa Pasir Putih Soroti Dugaan Pembuangan Limbah IPAL Tambak Udang ke DAS Tanjung Krasak

Sony

banner 468x60

GASH – Industri tambak udang Vanamei memang bernilai ekspor tinggi, dan menjanjikan keuntungan besar. Namun di balik kilau profitabilitas itu, tersembunyi realitas struktural yang tidak semua orang mampu menembusnya.

Bisnis ini mensyaratkan modal besar, akses lahan, teknologi budidaya, pakan berbiaya tinggi, serta sistem pengelolaan limbah yang ketat. Dengan kata lain, tambak Vanamei bukan sekadar usaha biasa, melainkan arena ekonomi eksklusif yang hanya dapat dimainkan oleh segelintir kalangan bermodal kuat.

banner 336x280

Di Desa Pasir Putih tepatnya dekat kawasan wisata pantai tanjung kerasak, Kecamatan Tukak Sadai, Kabupaten Bangka Selatan, warga mencium aroma busuk menyengat yang diduga kuat berasal dari limbah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) tambak udang Vanamei.

Bau tersebut bukan sekadar gangguan penciuman, melainkan sinyal ekologis alarm alam atas potensi pelanggaran tata kelola lingkungan.

Informasi yang diterima redaksi gashnews.com pada Minggu, 18 Januari 2026, salah satu sumber dari warga setempat menyebutkan, limbah IPAL tambak tersebut diduga dibuang ke daerah aliran sungai (DAS).

“Meraka hampir tiap kali panen diduga membuang limbah IPAL itu ke sungai, kabarnya tengah malam buang nya itu airnya jadi hitam dan bau busuk setiap kali panen,”ucap salah seorang sumber

Selain itu ia juga mengatakan bahwa sumur warga yang ada di sekitar juga terkena dampak dari Limbah tersebut.

“Ada sumur warga juga berbau dan tidak dapat di pake lagi,” tambah dia

Jika benar hal tersebut terjadi bahwa, Keuntungan ekonomi yang lahir dari praktik yang mencederai ruang hidup warga pada hakikatnya adalah utang ekologis yang suatu saat akan ditagih, entah melalui kerusakan lingkungan, konflik sosial, atau krisis kesehatan. Negara, dalam posisi ini, diuji bukan hanya sebagai regulator administratif, tetapi sebagai penjaga moral ruang hidup.

Kasus dugaan pencemaran limbah tambak udang di Pasir Putih ini menjadi cermin penting bahwa modernisasi sektor perikanan tanpa disiplin lingkungan hanya akan melahirkan kemajuan semu.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *