Gash – Murai batu adalah spesies burung yang berasal dari famili Muscicapidae. Burung murai batu sendiri dikenal karena kemampuan olah vokalnya yang sangat luar biasa dapat meniru berbagai jenis burung lainya.
Murai batu memiliki bulu yang indah dengan warna yang beragam, seperti hitam, putih, dan coklat. Sehingga banyak digemari oleh para pecinta burung kicau mania di nusantara untuk diperlombakan diberbagai event kicau.
Burung ini dapat ditemukan di berbagai habitat, termasuk hutan, taman, dan kebun bahkan murai batu saat ini telah banyak dibudidayakan oleh para peternak.
Saat ditemui di salah satu warkop Toboali, Yustiansah pria kelahiran Toboali kabupaten Bangka Selatan ini adalah salah satu diantara pencinta Kicaumania Nusantara.
Meskipun ia belum pernah memiliki burung Murai Batu, Namun dibekali dari pengalamannya yang telah bergelut puluhan tahun sewaktu ia di Bandung dipercayai merawat murai batu milik temannya.
Yustiansah memberikan beberapa tips cara merawat murai batu yang benar. Mulai dari rawatan harian rawatan lomba, Pemberian Extra fooding (EF), Pemandian, mastering, penjemuran, sauna, pengembunan dan pengumbaran.
Menurut yustiansyah manfaat pemberian EF jangkrik agar dapat mendongkrak tenaga dari murai batu tersebut kemudian dilengkapi dengan pemberian kroto agar bulu dari murai batu tersebut dapat terlihat indah dan kokoh tidak mudah kusam.
“Rawatan harian untuk burung trotol menuju pastol biasanya kita berikan EF jangkrik secukupnya dapat disesuaikan dengan kriteria burung itu sendiri misalnya, Jangkrik pagi 10 sore 10, kemudian diselingi pemberian EF Kroto satu sendok teh seminggu 2 kali,” Kata yustiansah kepada Gashnews kamis 24/04/2025 pagi
“Satu minggu 2 kali kita rutin memandikan burung murai batu agar metabolisme tubuh si murai batu tersebut dapat stubile dan murai batu tersebut merasa segar,” Lanjut dia
“Untuk metode penjemuran kita gak terlalu lama tergantung kondisi burung murai batu itu sendiri biasanya berdurasi kisaran 15 menit terus di angin-anginkan sampai suhu tubuhnya stubile,”Jelasnya
Menurut yustiansyah metode pengembunan sangat penting buat murai batu bertujuan agar menghasilkan fighter bongkar materi.
“Untuk metode pengembunan malam dan subuh masing-masing fungsinya berbeda,” kata dia
Sebagai penutup wawasan cara bagaimana cara merawat burung murai batu fighter ini, biasanya tugas wajib adalah memasterkan Burung Murai Batu sesuai suara apa yang kita inginkan.
“Biasanya saya memasterkan Burung Murai Batu saya sendiri menggunakan suara isian burung Lovebird, cililin, nuto ijo, Greja, kenari dan sebagainya,” Pungkas yustiansyah (Sonic Djokers)













