Ledakan di SPPG Angsana Picu Kepanikan, Rumah salah seorang Warga Rusak dan Trauma

Tim

banner 468x60

GASH – Suara dentuman keras mengejutkan warga Perumahan Angsana, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (10/4/2026).

Ledakan tersebut disinyalir berasal dari tabung gas elpiji 50 kilogram di fasilitas SPPG Angsana. Peristiwa yang terjadi di tengah pemukiman padat penduduk ini sontak memicu kepanikan. Kerasnya ledakan tidak hanya merusak sejumlah bangunan, tetapi juga meninggalkan trauma, khususnya bagi anak di sekitar lokasi kejadian.

banner 336x280

Pantauan di lapangan menunjukkan, beberapa titik di area SPPG Angsana dan rumah warga mengalami kerusakan. Kaca-kaca pecah, bahkan sebagian bangunan mengalami retak akibat tekanan ledakan.

Salah satu warga terdampak Suhardi Joy mengaku sangat terpukul. Saat kejadian, ia sedang berada di luar rumah, sementara anak-anaknya berada di dalam.

“Saya ditelepon anak, katanya ada ledakan besar. Mereka ketakutan sekali. Pas saya sampai, warga sudah ramai dan ternyata benar SPPG Angsana meledak,” ujarnya.

Ia mengungkapkan kondisi rumahnya mengalami kerusakan cukup parah, ada bagian-bagian rumah retak dan kaca pecah.

“Kaca-kaca pecah, bahkan engsel ikut lepas. Anak-anak saya sampai sekarang masih menangis dan trauma, bahkan tidak mau tinggal di rumah ini lagi,” katanya

Lebih jauh Suhardi Joy mengatakan, keberadaan fasilitas seperti SPPG di tengah pemukiman padat sangat berisiko dan harus menjadi perhatian serius.

“Ini harus jadi evaluasi. Jangan sampai MBG dengan tabung gas besar seperti ini berada di tengah pemukiman warga. Ini sangat berbahaya bagi keselamatan,” tegasnya.

Ia juga mendesak pihak terkait, baik di tingkat provinsi maupun pusat, untuk segera mengambil langkah tegas, termasuk menutup operasional SPPG di kawasan Angsana.

Suhardi Joy menambahkan, sebelumnya ia juga pernah mengingatkan dugaan kebocoran gas pada Januari lalu.

“Kami tidak pernah dilibatkan atau diberitahu sejak awal pembangunan. Padahal dulu sudah pernah ada kebocoran gas dan sudah kami sampaikan ke pihak pengelola. Sekarang malah sampai meledak,” pungkasnya.

Sementara, Kepala mitra pelaksana MBG Angsana Toboali, Ali Muzakir, menyampaikan penyesalannya atas insiden tersebut. Ia menyebutkan bahwa peralatan dapur telah memenuhi standar, namun tidak menutup kemungkinan adanya kesalahan operasional di lapangan.

“Dalam kegiatan operasional, kesalahan kecil dari operator bisa saja terjadi. Informasi awal, insiden ini dipicu karena petugas pencuci ompreng tidak sengaja menyenggol tabung gas,” ungkapnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Ia juga memastikan pihaknya akan bertanggung jawab atas kerusakan yang dialami warga.

“Kami selaku mitra siap mengganti kerugian yang terjadi. Saat ini penanggung jawab di lapangan sedang melakukan pengecekan,” tegas nya

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *