Wabup Debby Sambut Audiensi BBPOM Pangkalpinang

Redaksi

banner 468x60

GASH – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menerima audiensi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pangkalpinang di Ruang Kerja Wakil Bupati Bangka Selatan, Selasa (11/8/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan sinergi antara pemerintah daerah dan BBPOM dalam mengoptimalkan pengawasan obat dan makanan sekaligus mendukung pelaksanaan program-program strategis di Kabupaten Bangka Selatan.

Audiensi dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Bangka Selatan, Hj. Debby Vita Dewi, S.E., M.M., didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Haris Setiawan, S.Pi., M.T., serta jajaran kepala dan perwakilan perangkat daerah terkait. Sementara itu, rombongan BBPOM Pangkalpinang dipimpin oleh Kepala BBPOM Pangkalpinang, Alex Sander, S.Farm., Apt., M.H., bersama jajaran.

banner 336x280

Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Bangka Selatan bersama BBPOM Pangkalpinang membahas sejumlah agenda strategis dalam bidang pengawasan obat dan makanan serta peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.

Pembahasan mencakup rencana pelaksanaan Program Kabupaten/Kota Pangan Aman (KKPA), integrasi Si DULANG POM (Sistem Digital Layanan Informasi Publik BBPOM Pangkalpinang) pada Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Bangka Selatan, penguatan Tim Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan (TKPPOM), serta langkah-langkah teknis pengawasan obat dan makanan di seluruh wilayah Kabupaten Bangka Selatan.

Wakil Bupati Bangka Selatan, Hj. Debby Vita Dewi, S.E., M.M., menyambut baik audiensi dan sinergi yang dibangun bersama BBPOM Pangkalpinang. Menurutnya, pengawasan obat dan makanan merupakan bagian penting dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat sekaligus memastikan produk yang beredar memenuhi ketentuan keamanan dan mutu.

“Kami menyambut baik hadirnya jajaran BBPOM Pangkalpinang. Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan siap bersinergi dan mendukung penuh, terutama dalam penguatan program Pangan Aman serta menghadirkan layanan digital Si DULANG POM di Mal Pelayanan Publik untuk memudahkan masyarakat dalam memperoleh informasi publik,” ujar Wabup Debby.

Wabup Debby menambahkan, penguatan koordinasi lintas sektor perlu dilakukan secara berkelanjutan agar berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan dapat dievaluasi dan ditindaklanjuti bersama, termasuk melalui dukungan perangkat daerah terkait.

“Semoga berbagai hal yang menjadi perhatian bersama ini dapat terus kita evaluasi dan ditindaklanjuti dengan dukungan dinas terkait. Edukasi kepada masyarakat juga harus terus diperkuat, karena pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan peran serta masyarakat dalam memilih, menggunakan, dan mengawasi produk yang beredar. Dengan sinergi yang baik antara pemerintah, BBPOM, pelaku usaha, dan masyarakat, kita berharap pengawasan obat dan makanan dapat semakin optimal dan pada akhirnya dapat mewujudkan masyarakat Bangka Selatan yang sehat,” tambah Wabup Debby.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BBPOM Pangkalpinang, Alex Sander, S.Farm., Apt., M.H., menekankan pentingnya kolaborasi yang berkelanjutan dengan pemerintah daerah guna memastikan pengawasan obat dan makanan dapat berjalan secara optimal hingga ke tingkat masyarakat.

BBPOM Pangkalpinang turut memaparkan sejumlah hasil pemantauan dan temuan lapangan terkait komoditas yang belum memenuhi ketentuan dan standar keamanan yang berlaku. Beberapa di antaranya meliputi peredaran produk kosmetik tanpa izin edar, penjualan jamu keliling atau mobil jamu berjalan yang belum sepenuhnya memenuhi aspek higienitas dan keamanan pangan, serta produk terasi yang berpotensi menggunakan bahan tambahan pangan berbahaya.

Selain aspek pangan dan kosmetik, BBPOM Pangkalpinang juga memberikan perhatian terhadap pengawasan distribusi obat keras, khususnya antibiotik. Edukasi kepada masyarakat dinilai penting guna mencegah resistensi antibiotik maupun penyalahgunaan obat. Dalam hal ini, apotek wajib memastikan penyerahan antibiotik dilakukan sesuai ketentuan, termasuk berdasarkan resep dokter untuk obat yang mensyaratkannya.

Kolaborasi antara pemerintah daerah dan BBPOM Pangkalpinang diharapkan dapat memperkuat sistem pengawasan secara menyeluruh, mulai dari pembinaan, edukasi, pemantauan hingga tindak lanjut terhadap temuan di lapangan. Peran perangkat daerah dan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pangan dan obat yang aman.

Melalui audiensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan dan BBPOM Pangkalpinang sepakat memperkuat koordinasi serta menindaklanjuti berbagai agenda teknis yang telah dibahas. Langkah ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya pengawasan obat dan makanan yang lebih efektif, pelayanan publik yang responsif, serta perlindungan kesehatan masyarakat di Kabupaten Bangka Selatan.

Dengan sinergi lintas sektor yang semakin kuat, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan berkomitmen untuk terus mendorong terciptanya pangan yang aman, obat dan makanan yang memenuhi ketentuan, serta masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya kesehatan, sehingga terwujud masyarakat Bangka Selatan yang sehat, terlindungi, dan berkualitas.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *