Ketua Pro JurnalisMedia Siber PJS Bangka Selatan: Jangan Panik, Lawan Hoaks dengan Verifikasi Informasi

Sony

banner 468x60

GASH – Kemajuan teknologi informasi di era digital telah menghadirkan berbagai kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses berita, berkomunikasi, hingga memperoleh informasi secara cepat dan tanpa batas ruang. Namun di balik manfaat tersebut, perkembangan teknologi juga menghadirkan tantangan serius, Bukan tidak mungkin penyebaran informasi palsu atau hoaks yang berpotensi menyesatkan opini publik akan hadir di sekeliling kita.

Fenomena penyebaran hoaks ini menjadi perhatian buat kita semua. Dengan semakin mudahnya seseorang mengunggah dan membagikan informasi melalui media sosial, berbagai isu yang belum tentu memiliki dasar fakta yang kuat kerap beredar luas dan memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

banner 336x280

Ketua Pro JurnalisMedia Siber (PJS) Bangka Selatan, Dani Samjaya, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi apabila dapat informasi negatif yang beredar di ruang digital. Menurutnya, sikap kritis dan kemampuan memverifikasi informasi menjadi kunci utama dalam menghadapi derasnya arus informasi saat ini.

“Masyarakat tidak perlu panik ketika menerima informasi yang belum jelas kebenarannya. Amati, cermati, dan lakukan verifikasi terlebih dahulu. Jika ditemukan indikasi penyebaran informasi yang menyesatkan atau berpotensi merugikan masyarakat, laporkan kepada pihak yang berwenang agar tidak berkembang menjadi polemik yang lebih luas,” ujar Dani.

Dalam perspektif sosial, hoaks bukan sekadar persoalan informasi yang keliru, melainkan ancaman terhadap stabilitas sosial. Informasi yang tidak terverifikasi dapat memengaruhi persepsi publik, menimbulkan keresahan, bahkan berpotensi memecah belah hubungan antarwarga apabila dibiarkan berkembang tanpa klarifikasi.

Karena itu, literasi digital menjadi kebutuhan mendesak di tengah masyarakat modern. Publik dituntut tidak hanya mampu mengakses informasi, tetapi juga memiliki kecakapan intelektual untuk memilah, menganalisis, dan mengevaluasi setiap informasi yang diterima.

Peran media massa yang profesional juga menjadi sangat penting sebagai instrumen kontrol sosial dan penyedia informasi yang akurat, berimbang, serta berdasarkan fakta. Di tengah derasnya arus informasi digital, media yang berpegang pada kode etik jurnalistik menjadi referensi utama dalam menjaga kualitas informasi di ruang publik.

Pada akhirnya, menjaga ruang digital yang sehat bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat penegak hukum, tetapi merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat. Kesadaran untuk tidak menjadi bagian dari rantai penyebaran hoaks adalah bentuk kedewasaan berdemokrasi sekaligus kontribusi nyata dalam menjaga kondusivitas.

Di era ketika informasi menyebar dalam hitungan detik, kemampuan berpikir kritis menjadi pertahanan paling efektif agar masyarakat tidak mudah digiring oleh narasi yang menyesatkan dan berpotensi mengganggu harmoni sosial.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *