GASH – Kabupaten Bangka Selatan telah menunjukkan kinerja Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang impresif, mencapai 76,12% dari target Rp100,72 Miliar per periode laporan. Kinerja ini didukung oleh realisasi yang sangat baik pada Retribusi Daerah, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan, dan lonjakan signifikan pada pos Lain-Lain PAD yang Sah.
Namun, untuk mencapai kemandirian fiskal penuh dan melampaui target (di atas 100%), perhatian strategis harus difokuskan pada area yang masih memiliki gap besar: Pajak Daerah (baru 59,41% terealisasi) sesuai dengan data (Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu RI 2025).
Strategi maksimalisasi PAD Bangka Selatan harus dilakukan secara komprehensif, mencakup intensifikasi pendapatan yang ada dan ekstensifikasi sumber pendapatan baru.
Pilar Utama: Intensifikasi Pajak Daerah (Mengejar 40,59% Gap Realisasi)
Pajak Daerah merupakan komponen PAD terbesar (Target Rp59,39 M). Pencapaian realisasi yang baru 59,41% (Rp35,29 M) adalah celah terbesar yang harus diatasi.
Digitalisasi dan Integrasi Penagihan
1. Sistem Pajak Online Terintegrasi: Menerapkan atau memperkuat sistem pembayaran pajak daerah (seperti Pajak Restoran, Pajak Hotel, dan PBB-P2) yang berbasis online dan real-time. Integrasikan sistem ini dengan perbankan daerah dan payment gateway modern.
2. Pemetaan Wajib Pajak (WP) Otomatis: Menggunakan teknologi Geographic Information System (GIS) untuk memetakan objek dan subjek PBB-P2 dan BPHTB secara akurat. Data ini membantu mengidentifikasi WP yang belum terdaftar atau yang nilainya belum diperbarui.
Intensifikasi dan Audit
1. Audit Pajak Berkala: Melakukan audit kepatuhan secara rutin, terutama pada usaha besar dan menengah (Hotel, Restoran, tempat hiburan) yang berkontribusi besar pada Pajak Daerah.
2. Penegakan Hukum dan Sanksi: Menerapkan sanksi tegas, tetapi bertahap (teguran, penyegelan sementara, publikasi) bagi WP yang tidak patuh untuk menciptakan efek jera dan meningkatkan disiplin pembayaran.
Pilar Kedua: Keberlanjutan Kinerja Pos Unggulan Beberapa pos PAD sudah berkinerja sangat baik, dan strategi ke depan adalah memastikan keberlanjutan dan menjadikannya sumber pendapatan utama.
Melembagakan Lain-Lain PAD yang Sah
1. Analisis Sumber Lonjakan: Menganalisis secara mendalam mengapa pos Lain-Lain PAD yang Sah melampaui target hingga 256,49% (Realisasi Rp9,80 M dari target Rp3,82 M).
2. Perumusan Target Progresif: Jika sumber lonjakan tersebut bersifat rutin (misalnya, hasil kerja sama daerah, hasil penjualan aset daerah, atau denda), maka harus dilembagakan dan diangkat menjadi target yang jauh lebih tinggi dalam penetapan APBD tahun berikutnya (2026), bukan lagi dikategorikan sebagai “lain-lain.”
Peningkatan Kualitas Layanan Retribusi
1. Investasi Balik: Investasikan kembali hasil Retribusi Daerah (83,97% Realisasi) untuk meningkatkan kualitas layanan yang dipungut retribusi tersebut (misalnya, perbaikan pasar, peningkatan kebersihan, modernisasi TPA). Peningkatan kualitas layanan akan memudahkan penetapan target retribusi yang lebih tinggi di masa depan.
2. Transparansi Retribusi: Menerapkan e-retribusi untuk meminimalisasi pungutan liar dan kebocoran, serta memastikan semua pungutan resmi tercatat akurat.
Pilar Ketiga: Ekstensifikasi dan Diversifikasi Ekonomi
Strategi jangka panjang untuk memaksimalisasi PAD adalah dengan menumbuhkan basis ekonomi baru di luar Dana Transfer (TKDD) yang saat ini masih dominan (Rp713,36 M).
Sektor Unggulan Penghasil PAD
Sektor unggulan penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bangka Selatan secara garis besar didorong oleh kekayaan sumber daya alam dan potensi pariwisata yang dimiliki. Meskipun secara administrasi PAD disumbang oleh Pajak dan Retribusi, sektor-sektor ekonomi di bawah inilah yang menjadi basis bagi pungutan tersebut.
Berikut adalah sektor-sektor unggulan yang menjadi motor penggerak ekonomi (PDRB) dan potensi penghasil PAD di Bangka Selatan:
1. Pertanian dan Perkebunan (Basis Ekonomi Utama)
Sektor ini merupakan sektor unggulan utama yang menjadi mata pencaharian mayoritas penduduk dan penyumbang PDRB terbesar. Kontribusi sektor ini sangat penting dalam menciptakan objek pajak dan retribusi.
Lada Putih (Muntok White Pepper): Bangka Selatan ditetapkan sebagai sentra lada putih unggulan Provinsi Bangka Belitung. Komoditas ekspor ini memiliki nilai jual tinggi. Kontribusi terhadap PAD: Pajak restoran (pengolahan), retribusi jasa umum, dan potensi retribusi hasil penjualan hasil bumi.
Kelapa Sawit dan Karet: Merupakan komoditas perkebunan utama lainnya yang menggerakkan perekonomian daerah.
Pertanian Tanaman Pangan: Usaha peningkatan swasembada pangan, seperti padi, juga menjadi fokus pemerintah daerah.
2. Sektor Perikanan dan Kelautan
Mengingat wilayah Bangka Selatan yang didominasi kawasan pesisir, sektor perikanan memiliki potensi besar, baik perikanan tangkap maupun budidaya. Kontribusi terhadap PAD: Potensi retribusi tempat pelelangan ikan (TPI), retribusi pelayanan pelabuhan/dermaga perikanan, dan pajak hotel/restoran (olahan hasil laut).
3. Sektor Pariwisata
Pariwisata adalah sektor masa depan yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah secara cepat melalui Retribusi dan Pajak Daerah.
Potensi Destinasi: Bangka Selatan memiliki sejumlah destinasi bahari dan sejarah yang indah, seperti Pantai Nek Aji, Pulau Kelapan, dan kawasan Kota Toboali.
Kontribusi terhadap PAD: Pajak Hotel dan Restoran (PHR), Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga (jika dikelola Pemda), dan peningkatan PDRB sektor Akomodasi dan Makan Minum.
4. Jasa dan Perdagangan
Aktivitas perdagangan besar dan eceran, serta jasa penyediaan akomodasi dan makan minum (Hotel dan Restoran), secara langsung menyumbang komponen Pajak Daerah yang merupakan target terbesar PAD Bangka Selatan (Rp59,39 M).
Fokus Strategis untuk PAD
Fokus strategis untuk memaksimalkan pendapatan harus diarahkan ke sektor-sektor yang berkontribusi pada:
1. Pajak Daerah (59,41% Realisasi): Sektor ini didominasi oleh Hotel, Restoran, dan PBB-P2. Peningkatan aktivitas dari sektor Pariwisata dan Perdagangan akan secara langsung meningkatkan capaian Pajak Daerah.
2. Retribusi Daerah (83,97% Realisasi): Retribusi jasa umum (kebersihan, pasar) dan retribusi jasa usaha (pelayanan pelabuhan/dermaga) harus dikelola efisien, didukung oleh infrastruktur dari sektor Perikanan dan Perdagangan.
Mendorong hilirisasi hasil Perkebunan (Lada, Sawit) dan Perikanan di Bangka Selatan akan menciptakan nilai tambah ekonomi, yang pada akhirnya akan memperluas basis Pajak dan Retribusi Daerah.
Kemudahan Berinvestasi
1. Debirokratisasi Izin: Menyederhanakan proses perizinan usaha (OSS online) untuk menarik investor yang akan mendirikan usaha dan menciptakan objek pajak baru (Pajak Restoran, Pajak Air Tanah, Pajak Penerangan Jalan).
2. Pemberdayaan UMKM: Membina UMKM agar naik kelas dan mampu membayar pajak daerah. Berikan pendampingan agar mereka dapat mencatatkan usahanya secara resmi sehingga menjadi subjek pajak yang terdata.
Dengan fokus tajam pada penutupan gap di sektor Pajak Daerah dan memanfaatkan momentum luar biasa dari Lain-Lain PAD yang Sah, Kabupaten Bangka Selatan tidak hanya akan mencapai target Rp100,72 Miliar, tetapi juga memiliki potensi besar untuk melampauinya dan memperkuat kemandirian fiskal daerah secara berkelanjutan.












