GASH – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mulai direalisasikan di sejumlah sekolah. Di Kabupaten Bangka Selatan, salah satu dapur SPPG Teladan tercatat telah menyalurkan paket MBG ke tiga sekolah, yakni SDN 10 Toboali, SMPN 2 Toboali, dan terbaru SDN 7 Toboali.
Namun, penampakan menu MBG yang diterima siswa SDN 7 Toboali menuai perhatian. Paket makanan yang dibagikan terlihat sangat sederhana, meski diklaim tetap memenuhi unsur gizi dasar.
Dalam paket tersebut tampak beberapa potong roti tawar, telur goreng, irisan buah naga, kacang tanah rebus masih berkulit, serta susu kemasan kotak kecil.
Sekilas, menu tersebut dinilai simpel dan jauh dari bayangan menu makan siang pada umumnya. Salah seorang wali murid SDN 7 Toboali menilai menu tersebut terasa “lain di lidah,”
Meski demikian, secara konsep, MBG memang tidak dirancang sebagai jamuan mewah. Program ini menitikberatkan pada pemenuhan gizi seimbang untuk mendukung upaya penanggulangan stunting dan gizi buruk, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Jon Hendra selaku mitra pengelola dapur SPPG Teladan menjelaskan bahwa program MBG di wilayah Toboali saat ini baru memasuki minggu kedua pelaksanaan. Ia menyebut, sebelumnya distribusi baru dilakukan ke dua sekolah, dan pada minggu ini menyusul SDN 7 Toboali.
“Kami sudah berjalan memasuki minggu kedua. Sebelumnya kami baru mendistribusikan ke dua sekolah, yakni SMPN 2 dan SDN 10 Toboali. Memasuki minggu ini, kami mulai menyuplai ke SDN 7 Toboali,” kata Jon Hendra.
Ia merinci jumlah porsi yang disalurkan, yakni 334 porsi untuk SDN 10 Toboali, 827 porsi untuk SMPN 2 Toboali, serta 492 porsi untuk SDN 7 Toboali.
Pantauan wartawan, Senin (15/12/2025), paket makanan yang diterima siswa SDN 7 Toboali memang berisi menu kering berupa roti tawar, telur goreng, irisan buah naga, kacang tanah rebus, dan susu kotak.
Jon Hendra membenarkan bahwa menu yang dibagikan hari itu merupakan menu kering.
“Hari ini menunya makan kering, roti, susu, telur ceplok yang divariasikan, serta potongan buah naga,” ujarnya.
Namun ia menegaskan, distribusi menu kering tersebut dikarenakam siswa pulang lebih cepat. Menurutnya, pada hari berikutnya akan disediakan menu basah dengan lauk yang lebih variatif.
“Bukan berarti hari ini menu kering karena murid cepat pulang. Besok pagi akan ada menu semacam ayam dan nasi,” jelasnya.
Selain itu, Jon Hendra juga membeberkan besaran anggaran sesuai petunjuk teknis (juknis) MBG yang bervariasi berdasarkan jenjang pendidikan. Untuk siswa kelas 1 hingga 3 SD dialokasikan anggaran sekitar Rp8.000 per porsi, sedangkan untuk kelas 4 hingga 6 SD, SMP, hingga SMA diperkirakan sebesar Rp10.000 per porsi.
“Untuk kelas 1 sampai 3 SD senilai Rp8.000. Sementara kelas 4 sampai 6 SD, SMP, hingga SMA ke depan sekitar Rp10.000,” terangnya.
Di akhir, Jon Hendra menyampaikan pesan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan perdana ini masih terdapat kekurangan. Ia menegaskan pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan pembenahan demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada penerima manfaat.
“Karena ini masih perdana, apabila ada kendala atau masalah kami mohon dimaklumi. Kami sebagai mitra akan terus berbenah dan berupaya semaksimal mungkin dalam penyuplaian agar pelayanan kepada penerima manfaat semakin baik,” pungkasnya.









